Monday, 26 February 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Facebook Manfaatkan AI untuk Hapus Konten Propaganda Teroris
Friday, 16 June 2017 11:21 WIB | GLOBAL |Global

Facebook memaparkan menggunakan Artificial Intelligence atau œAI (intellijen buatan) dalam upaya terus menerus mencegah propaganda teroris disebarkan lewat platformnya.

œKami ingin menemukan konten teroris secepatnya, sebelum warga di komunitas kita melihatnya, bunyi pesan yang dipasang hari Kamis (15/6).

œSebagian besar akun sudah kami tutup karena aspek terorisnya kami temukan sendiri. Tapi kita bisa bertindak lebih baik lagi menggunakan teknologi khususnya intelijen buatan untuk menghentikan penyebaran konten teroris di Facebook, tambah pesan itu.

Perusahaan itu menghadapi tekanan yang meningkat dari pemerintah di seluruh dunia untuk lebih baik lagi mencabut postingan yang dibuat oleh teroris.

Beberapa peran "Al" melibatkan œpencocokan gambar untuk melihat apakah gambar yang diunggah sama dengan yang sebelumnya dicabut karena mengandung konten teroris.

œPemahaman bahasa lanjut perusahaan itu, "akan memungkinkan untuk œmemahami teks yang mungkin menganjurkan aksi teror.

Al kata Facebook juga berguna untuk mengenali dan menutup œkelompok-kelompok teroris.

œKita tahu dari studi-studi mengenai teroris bahwa mereka cenderung untuk meradikalisasi dan beroperasi dalam kelompok-kelompok, demikian menurut postingan blog itu.

œKecenderungan di luar internet ini juga tercermin di internet. Jadi kalau kami mengenali halaman, kelompok, postingan atau profil, mendukung aksi teror kami juga menggunakan algoritme untuk œmenyaringdan mengenali bahan-bahan terkait yang mungkin juga mendukung aksi teror.

Facebook mengatakan Al membantu mengenali dan menutup akun palsu yang dibuat oleh œpelanggar kambuhan. Facebook mengatakan sudah mengurangi waktu aktif akun-akun palsu itu.

Meski demikian perusahaan itu tidak bergantung sepenuhnya pada Al.

œAI tidak bisa menangkap semuanya, kata Facebook.

œMenyimpulkan apa yang mendukung aksi teror dan yang tidak, tidak selalu mudah dan algoritme belum sebaik manusia jika menyangkut pemahaman konteks semacam ini.

œFoto seorang bersenjata mengibarkan bendera ISIS mungkin propaganda atau bahan perekrutan tapi mungkin gambar dalam sebuah laporan berita. Beberapa kecaman yang paling efektif mengenai kelompok-kelompok brutal seperti ISIS menggunakan propaganda kelompok itu sendiri untuk menentangnya. Untuk memahami nuansa kasus, kami membutuhkan keahlian manusia.

Sumber: VOA

RELATED NEWS
Trump: Beri Senjata Kepada Guru 'Yang Ingin Menggunakannya'...
Saturday, 24 February 2018 04:32 WIB

Untuk hari kedua berturut-turut, Presiden Donald Trump bicara panjang lebar tentang keamanan sekolah, menyarankan agar guru dipersenjatai untuk mencegah pembantaian di sekolah. œKecuali jika kita m...

Polisi Inggris Selidiki Paket 'Rasis' untuk Pangeran Harry...
Friday, 23 February 2018 19:34 WIB

Polisi sedang menyelidiki paket mencurigakan yang dikirim kepada Pangeran Harry dan tunangannya Meghan Markle, dan memperlakukan kasus itu sebagai kejahatan kebencian terkait ras, demikian dikatakan S...

China Bantah Kontak Militan Separatis di Pakistan...
Friday, 23 February 2018 04:21 WIB

Sejumlah pejabat China membantah laporan-laporan yang menyebutkan bahwa mereka melakukan kontak dengan militan separatis di propinsi Baluchistan yang rusuh di Pakistan untuk memastikan keamanan proyek...

AS Pertimbangkan Sanksi Baru Terhadap Rusia...
Thursday, 22 February 2018 18:21 WIB

Pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Rusia dan mewaspadai kemungkinan campur tangan dalam pemilihan kongres November. Parta...

Malaysia Tangkap 10 Tersangka Militan Islam...
Thursday, 22 February 2018 05:16 WIB

Polisi Malaysia telah menangkap 10 tersangka yang berusaha membangun kubu pertahanan di pulau Borneo. Para tersangka ditangkap dalam serangkaian penggerebekan pada Januari dan awal Februari, menurut ...

LATEST NEWS
Saham Jepang Naik, Dipimpin oleh Saham Obat-obatan dan Telekomunikasi

Saham Jepang menguat, dengan indeks Topix memperpanjang kenaikan mingguan terbesarnya dalam tujuh minggu terakhir, setelah saham AS rally di tengah kepercayaan baru bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga. Topix...

Harga Emas Naik pasca Pekan Terburuk dalam 2-1 / 2 Bulan

Harga emas naik tipis pada Senin pagi, setelah turun lebih dari 1 persen pekan lalu seiring stabilnya dolar AS setelah kenaikan baru-baru ini. Spot emas naik 0,1 persen ke level $ 1,330.59 per ounce pada pukul 01:18 dini hari waktu GMT. Harga...

Saham Hong Kong perpanjang reli pada jam pembukaan

Saham Hong Kong dibuka dengan kenaikan baru pada Senin pagi, memperpanjang rally pekan lalu seiring meredanya kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga AS di seluruh dunia. Indeks Hang Seng naik 0,84 persen atau 261,12 poin ke level 31.528,29 di...

POPULAR NEWS
Emas akhiri hari lebih rendah untuk tutup pekan dengan penurunan 1,7%
Saturday, 24 February 2018 02:31 WIB

Emas ditutup sedikit lebih rendah pada hari Jumat, mencatatkan penurunan terbesar mingguan tahun ini seiring pulihnya dolar AS dari pelemahan...

Trump: Beri Senjata Kepada Guru 'Yang Ingin Menggunakannya'
Saturday, 24 February 2018 04:32 WIB

Untuk hari kedua berturut-turut, Presiden Donald Trump bicara panjang lebar tentang keamanan sekolah, menyarankan agar guru dipersenjatai untuk...

Emas Berada di Jalur Untuk Penurunan Mingguan Terbesar Tahun Ini
Friday, 23 February 2018 21:32 WIB

Emas sedikit turun pada hari Jumat dimana logam ini menuju penurunan mingguan terbesar sepanjang tahun ini seiring stabilnya dolar. Emas April...

Saham Jepang Hentikan Penurunan 3-Harinya , Saham Asia Menguat
Friday, 23 February 2018 16:42 WIB

Ekuitas Asia naik, menuju kenaikan minggu keduanya, karena saham di Jepang menghentikan penurunan tiga hari beruntunnya dan saham Korea Selatan...