Thursday, 26 April 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Facebook Manfaatkan AI untuk Hapus Konten Propaganda Teroris
Friday, 16 June 2017 11:21 WIB | GLOBAL |Global

Facebook memaparkan menggunakan Artificial Intelligence atau œAI (intellijen buatan) dalam upaya terus menerus mencegah propaganda teroris disebarkan lewat platformnya.

œKami ingin menemukan konten teroris secepatnya, sebelum warga di komunitas kita melihatnya, bunyi pesan yang dipasang hari Kamis (15/6).

œSebagian besar akun sudah kami tutup karena aspek terorisnya kami temukan sendiri. Tapi kita bisa bertindak lebih baik lagi menggunakan teknologi khususnya intelijen buatan untuk menghentikan penyebaran konten teroris di Facebook, tambah pesan itu.

Perusahaan itu menghadapi tekanan yang meningkat dari pemerintah di seluruh dunia untuk lebih baik lagi mencabut postingan yang dibuat oleh teroris.

Beberapa peran "Al" melibatkan œpencocokan gambar untuk melihat apakah gambar yang diunggah sama dengan yang sebelumnya dicabut karena mengandung konten teroris.

œPemahaman bahasa lanjut perusahaan itu, "akan memungkinkan untuk œmemahami teks yang mungkin menganjurkan aksi teror.

Al kata Facebook juga berguna untuk mengenali dan menutup œkelompok-kelompok teroris.

œKita tahu dari studi-studi mengenai teroris bahwa mereka cenderung untuk meradikalisasi dan beroperasi dalam kelompok-kelompok, demikian menurut postingan blog itu.

œKecenderungan di luar internet ini juga tercermin di internet. Jadi kalau kami mengenali halaman, kelompok, postingan atau profil, mendukung aksi teror kami juga menggunakan algoritme untuk œmenyaringdan mengenali bahan-bahan terkait yang mungkin juga mendukung aksi teror.

Facebook mengatakan Al membantu mengenali dan menutup akun palsu yang dibuat oleh œpelanggar kambuhan. Facebook mengatakan sudah mengurangi waktu aktif akun-akun palsu itu.

Meski demikian perusahaan itu tidak bergantung sepenuhnya pada Al.

œAI tidak bisa menangkap semuanya, kata Facebook.

œMenyimpulkan apa yang mendukung aksi teror dan yang tidak, tidak selalu mudah dan algoritme belum sebaik manusia jika menyangkut pemahaman konteks semacam ini.

œFoto seorang bersenjata mengibarkan bendera ISIS mungkin propaganda atau bahan perekrutan tapi mungkin gambar dalam sebuah laporan berita. Beberapa kecaman yang paling efektif mengenai kelompok-kelompok brutal seperti ISIS menggunakan propaganda kelompok itu sendiri untuk menentangnya. Untuk memahami nuansa kasus, kami membutuhkan keahlian manusia.

Sumber: VOA

RELATED NEWS
Iran Larang Lembaga Pemerintah Gunakan Aplikasi Pengirim Pesan yang Berbasis di Luar Negeri...
Wednesday, 25 April 2018 10:22 WIB

Lembaga kepresidenan Iran telah melarang seluruh lembaga pemerintah untuk menggunakan aplikasi pengirim pesan buatan luar negeri untuk berkomunikasi dengan warga, demikian laporan media pemerintah har...

Bloomberg Sumbang $4,5 Juta kepada Sekretariat Perubahan Iklim PBB...
Wednesday, 25 April 2018 02:44 WIB

Mantan Walikota New York Michael Bloomberg hari Minggu (22/4) mengumumkan ia menyumbang 4,5 juta dolar kepada Sekretariat Perubahan Iklim PBB untuk menutupi kesenjangan pendanaan pemerintah Amerika se...

Tersangka Serangan Teror Paris Tahun 2015 Divonis 20 Tahun Penjara...
Tuesday, 24 April 2018 10:32 WIB

Satu-satunya tersangka yang masih hidup dalam serangan teroris tahun 2015 di Paris, dijatuhi vonis 20 tahun penjara hari Senin (23/4) di Brussels. Namun hukuman ini terkait dengan insiden baku tembak ...

Presiden Trump Kutip Pencapaian Jelang KTT Korea...
Tuesday, 24 April 2018 01:12 WIB

Presiden Amerika Donald Trump hari Minggu (22/4) mengatakan, Amerika belum memberi apa pun menjelang rencana KTT yang akan mempertemukannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, sementara Pyongyang...

Presiden Perancis Bertolak ke AS untuk Kunjungan Kenegaraan...
Monday, 23 April 2018 21:15 WIB

Presiden Perancis Emmanuel Macron berangkat hari Senin (23/4) ke Amerika Serikat untuk melakukan kunjungan kenegaraan. Ia akan berusaha meyakinkan Presiden Donald Trump akan perlunya mempertahankan ke...

LATEST NEWS
Emas menetap di level terendah dalam 5 pekan

Harga emas menetap dengan penurunan pada Rabu ini, karena penguatan dolar AS serta imbal hasil obligasi dan beberapa gain di pasar saham dikombinasikan untuk mendorong logam mulia ke level terendah dalam lima pekan. Emas Juni turun $ 10,20, atau...

Saham AS di bawah tekanan terkait serangkaian laba perusahaan

Saham AS tetap di bawah tekanan pada hari Rabu, karena investor bergulat dengan serangkaian laporan laba perusahaan serta imbal hasil obligasi yang terus meningkat selama enam sesi terakhir. Industri Dow berada di jalur untuk penurunan keenam...

Sterling terjebak di dekat posisi terendah lima pekan

Sterling jatuh terhadap dolar pada hari Rabu seiring penguatan mata uang AS menyusul meningkatnya yield Treasury, sementara pedagang tetap berhati-hati menjelang rilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal pertama Inggris yang akan dirilis pada hari...

POPULAR NEWS
Emas Berjangka Jatuh ke Posisi 2-Minggu Terendah
Tuesday, 24 April 2018 01:34 WIB

Emas terperosok ke level 2 minggu terendah seiring berkurangnya permintaan untuk aset haven di tengah meredanya ketegangan geopolitik dan reli...

Peter Hug: Emas Berada dalam Mode Defensif
Tuesday, 24 April 2018 05:44 WIB

Pada liburan minggu lalu, saya kehilangan nuansa beberapa hari perdagangan terakhir. Kami menyebutkan bahwa gambaran teknis tampak positif dengan...

Kekhawatiran Dagang AS-China Mereda, Emas Turun untuk Hari ke Tiga
Monday, 23 April 2018 12:58 WIB

Emas turun pada hari ketiga setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengisyaratkan gencatan senjata dengan China pada perdagangan, dan karena...

Emas berjangka menetap lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam empat sesi
Wednesday, 25 April 2018 01:10 WIB

Emas menetap lebih tinggi pada hari Selasa ini, untuk pertama kalinya dalam empat sesi, menemukan dukungan seiring penurunan tajam dalam indeks...