Sunday, 20 August 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Donald Trump Diselidiki Untuk Dugaan Menghalangi Hukum
Thursday, 15 June 2017 13:55 WIB | GLOBAL |Global

Presiden AS Donald Trump sedang diselidiki oleh pengacara khusus Robert Mueller atas kemungkinan menghalang-halangi penegakan hukum, lapor Washington Post.

Mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya, surat kabar tersebut mengatakan bahwa tiga pejabat intelijen senior telah setuju untuk diwawancarai oleh Robert Mueller.

Pengacara Trump mengatakan kebocoran FBI ke surat kabar itu merupakan hal yang 'keterlaluan.'

Mueller memimpin penyelidikan yang dilakukan FBI atas tuduhan bahwa Rusia mencampuri pemilihan umum AS 2016, serta setiap keterkaitannya dengan Donald Trump.

Presiden Trump berulang kali menyangkal adanya kolusi dengan Rusia, dan menyebut penyelidikan yang sedang berlangsung ini sebagai 'perburuan tukang sihir'.

Pada hari Rabu (14/6), Washington Post menyebut bahwa keputusan jaksa Mueller untuk menyelidiki tindakan Presiden Trump merupakan titik balik utama dalam penyelidikan yang sampai saat ini masih berfokus pada sudut Rusia.

Mengutip pejabat yang berbicara dengan syarat anonim, surat kabar tersebut mengatakan bahwa Daniel Coats, direktur intelijen nasional, Mike Rogers, kepala NSA (Badan Keamanan Nasional), dan Richard Ledgett yang sampai beberapa waktu lalu menjabat sebagai wakil Rogers, setuju untuk diwawancarai oleh penyidik.

Disebutkan, wawancara itu bisa terjadi pada awal minggu ini.

Para pejabat yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan kepada Washington Post bahwa dugaan tindakan menghalang-halangi penyelidikan hukum itu dimulai beberapa hari setelah Presiden Trump memecat mantan direktur FBI James Comey pada tanggal 9 Mei.

Sebelum dipecat, Trump telah menuntut dan menerima jaminan dari Comey bahwa Trump tidak diselidiki.

Namun, Comey mengemukakan bahwa Trump berusaha membuatnya menutup penyelidikan terhadap mantan Penasihat Keamanan Nasional, Michael Flynn.

Flynn dipecat Februari lalu karena melakukan kekeliruan dengan tidak mengungkapkan sejauh mana kontaknya dengan Sergei Kislyak, duta besar Rusia untuk Washington.

Gedung Putih menyangkal bahwa mereka menekan Comey.

Presiden Trump sejauh ini tidak memberikan tanggapan atas laporan itu.

Namun juru bicara tim pengacara Trump, Marc Kasowitz menanggapi berita Washington Post dengan marah.

"Kebocoran informasi FBI mengenai presiden itu keterlaluan, tidak bisa dimaafkan dan ilegal," kata juru bicara Gedung Putih, Mark Corallo.

Sumber: BBC

RELATED NEWS
Polisi Sebutkan Nama Tersangka Pengemudi Serangan Di Barcelona...
Friday, 18 August 2017 17:15 WIB

Nama tersangka pengemudimobil van dalam serangan teroris di Barcelona pada Kamis telah disebutkanadalah Moussa Oukabir, menurut beberapa laporan media pada hari Jumat. Usia Oukabir disebutkan sekita...

AS Tegaskan Komitmen untuk Membela Diri dan Melindungi Sekutu-sekutunya...
Friday, 18 August 2017 16:22 WIB

Para pejabat Amerika mengatakan Amerika tetap teguh dalam komitmennya terhadap sekutu-sekutu di Asia setelah ada ancaman dari Korea Utara, dan mengemukakan diplomasi "harus didukung oleh konsekuensi m...

Polisi Spanyol Bunuh 4 'Teroris' di Resort Dekat Barcelona beberapa Jam setelah Serangan Van...
Friday, 18 August 2017 10:55 WIB

Polisi Spanyol pada hari Jumat pagi menembak dan membunuh "empat tersangka teroris" di Cambrils, kota resor di selatan Barcelona, tempat seorang teroris mengemudikan dan menabrakkan van ke pejalan kak...

Australia Temukan Bukti Baru Terkait Kemungkinan Lokasi Jatuhnya Pesawat Malaysia...
Thursday, 17 August 2017 00:56 WIB

Sejumlah ilmuwan Australia mengatakan, mereka memiliki bukti baru yang mengukuhkan konsensus sebelumnya mengenai kemungkinan lokasi jatuhnya pesawat Malaysia yang hilang tanpa jejak tiga tahun lalu. ...

Perseteruan AS-Korea Utara Mengancam Perdamaian Penduduk Asli Guam...
Wednesday, 16 August 2017 18:01 WIB

Ancaman Korea Utara untuk melakukan serangan misil atas pulau Guam telah memicu seruan perdamaian dari kelompok penduduk asli Guam, yang khawatir akan pecahnya lagi perang setelah menderita ratusan ta...

LATEST NEWS
Saham HK Ikuti Penurunan Global, Namun Akhiri Pekan Dengan Kenaikan (Review)

Saham Hong Kong berakhir turun pada hari Jumat, mengikuti pasar global yang lemah pasca Indeks S&P 500 mencatat penurunan persentase terbesar dalam tiga bulan pada hari Kamis di tengah meningkatnya keraguan mengenai kemampuan administrasi Trump...

Saham AS Ditutup Lebih Rendah, Catatkan Kerugian Mingguan Kedua Beruntun

Indeks pasar saham A.S. berakhir pada mingguan kedua berturut-turut dengan kerugian setelah kinerja yang lesu pada hari Jumat menyusul Ketua Strategi Gedung Putih Stephen Bannon mengundurkan diri dari pemerintahan. Indeks S & P 500 ditutup...

Harga Minyak Rally Untuk Sesi Akhir, Tapi Jatuh Untuk Mingguan

Harga minyak melonjak tajam pada hari Jumat, didukung oleh laporan unit kerusakan yang belum dikonfirmasi di kilang utama A.S., serta penurunan mingguan dalam jumlah rig pengeboran aktif untuk minyak. Minyak mentah WTI untuk pengiriman bulan...

POPULAR NEWS
Emas Memperpanjang Rally Didekat Level $ 1.300
Thursday, 17 August 2017 21:00 WIB

Emas menguat untuk hari kedua, mendekati level $ 1.300 di tengah kekhawatiran atas kebijakan politik dan ekonomi AS setelah Presiden Donald Trump...

Saham Eropa Jatuh terkait Serangan di Spanyol
Friday, 18 August 2017 14:25 WIB

Saham Eropa turun, dengan saham Spanyol memimpin kerugian menyusul serangan teror di Barcelona membebani sentimen investor. Indeks Stoxx Europe 600...

Bursa AS Dibuka Turun Karena Investor Kaji Kegaduhan Politik dan Data Ekonomi
Thursday, 17 August 2017 20:46 WIB

Bursa saham AS dibuka lebih rendah pada hari Kamis karena investor mempertimbangkan kekhawatiran tentang kemampuan Presiden Donald Trump untuk...

Emas Memperpanjang Reli Dekat $ 1.300 Pasca Keputusan Trump
Thursday, 17 August 2017 16:13 WIB

Emas naik untuk hari kedua, mendekati $ 1.300 di tengah kekhawatiran atas kebijakan politik dan ekonomi AS setelah Presiden Donald Trump membubarkan...