Tuesday, 18 June 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
BOJ Menjaga Kebijakan Tidak Berubah, Mengurangi Perkiraan Inflasi
Friday, 15 June 2018 10:01 WIB | MONETARY |

Bank of Japan meninggalkan kebijakan moneter tidak berubah bahkan ketika menurunkan penilaian inflasi, turun lebih jauh di belakang rekan globalnya pada akhir minggu yang sibuk bagi bank-bank sentral.

BOJ mempertahankan pengaturan pada program kontrol kurva imbal hasil dan pembelian aset, katanya dalam sebuah pernyataan Jumat, hasil perkiraan oleh 45 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. Bank sentral menurunkan penilaian inflasi setelah menaikkannya pada bulan Januari. Dikatakannya bahwa sekarang melihat indeks harga konsumen dalam kisaran 0,5 persen hingga 1,0 persen.

Sementara BOJ berjuang, Federal Reserve pekan ini menaikkan suku bunga untuk keenam kalinya dalam 18 bulan dan menetapkan lintasan kenaikan suku bunga yang lebih curam, sementara Bank Sentral Eropa merencanakan akhir pembelian asetnya pada tahun ini.

"Minggu ini hanya memperdalam pandangan pasar bahwa Fed dan ECB berada di grup normalisasi dan Jepang tidak," Masamichi Adachi, seorang ekonom senior di JPMorgan Chase & Co., mengatakan sebelum keputusan BOJ dirilis. "Itu seharusnya membantu melemahkan yen. 

Gubernur Haruhiko Kuroda menekankan perlunya mempertahankan jalannya dengan stimulus. Pada pertemuan terakhir, bank sentral menghapus bahasa yang mengatakan pihaknya memperkirakan inflasi mencapai target 2 persen sekitar tahun fiskal yang dimulai pada April 2019.

JPMorgan dan Bank of America Merrill Lynch termasuk di antara mereka yang dalam beberapa minggu terakhir telah mengubah perkiraan mereka, mendorong kembali perkiraan waktu mereka tentang langkah pertama BOJ menuju normalisasi kebijakan. Dalam survei Bloomberg, 88 persen analis mengatakan tidak akan dimulai hingga 2019 atau setelahnya.

Kuroda hampir pasti akan menghadapi pertanyaan tentang momentum harga selama konferensi persnya pada hari Jumat. Inflasi inti, yang tidak termasuk makanan segar, melambat untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan April, menjadi 0,7 persen.

"Inflasi jelas lebih rendah dari yang diperkirakan," kata Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis James Bullard di Tokyo bulan lalu. "Ini telah membuat frustrasi di Jepang, tetapi itu juga menjadi pelajaran bagi seluruh dunia untuk memahami hal-hal seperti apa yang dapat terjadi jika ekspektasi inflasi berakar pada tingkat yang rendah." (frk)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
Pidato Draghi: Perdagangan global menghadapi tantangan dalam beberapa tahun terakhir...
Wednesday, 12 June 2019 15:38 WIB

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi, melalui Reuters, menyampaikan pidato pembukaan pada konferensi ECB di negara-negara Eropa Tengah, Timur, dan Tenggara (CESEE), di Frankfurt. Perdaganga...

Draghi Berbicara keras tentang Stimulus saat ECB Membahas Lebih Banyak Pemotongan Suku Bunga...
Thursday, 6 June 2019 21:26 WIB

Mario Draghi mengeraskan bahasanya ketika ia mengatakan Bank Sentral Eropa tidak akan menghindar dari tindakan untuk mendukung ekonomi kawasan Eropa karena pertumbuhan melemah. Para pembuat kebijakan...

LATEST NEWS
Kapal China Tabrak Kapal Nelayan Filipina, Duterte Serukan Ketenangan

Presiden Filipina menyerukan ketenangan di tengah protes keras karena sebuah kapal China menabrak kapal nelayan Filipina sampai tenggelam dan membahayakan 22 nelayannya di Laut China Selatan yang disengketakan. Presiden Rodrigo Duterte...

Saham Eropa sedikit lebih rendah, Lufthansa menyeret pasca peringatan laba

Pasar saham Eropa ditutup sedikit lebih rendah pada Senin dengan peringatan laba dari Lufthansa Jerman mengenai saham maskapai, sementara pasar secara global menunggu petunjuk dari Federal Reserve AS mengenai arah kebijakannya. Indeks STOXX 600...

Saham A.S. Menguat seiring Fokus Beralih ke Bank Sentral

Ekuitas AS menguat, dipimpin oleh saham FANG, sementara saham Eropa memangkas kerugian menyusul sesi yang bervariasi di Asia seiring minggu besar bagi kebijakan bank sentral yang akan berlangsung. Dolar melemah. Facebook, Apple, Netflix dan Google...

POPULAR NEWS
Emas pangkas gain pada penguatan dolar, bukukan penurunan sederhana mingguan
Saturday, 15 June 2019 01:23 WIB

Emas berjangka memangkas sebagian besar gain sebelumnya pada Jumat karena penguatan dalam dolar menumpulkan daya tarik logam berdenominasi dolar...

Minyak AS menetap lebih tinggi sesi, turun untuk pekan ini
Saturday, 15 June 2019 03:09 WIB

Minyak berjangka AS mencatat gain back-to-back sesi pada Jumat ini, karena serangan terhadap tanker minyak di dekat Selat Hormuz sehari sebelumnya...

Saham Hong Kong akhiri pekan ini dengan kerugian lain (Review)
Saturday, 15 June 2019 04:00 WIB

Saham-saham Hong Kong jatuh pada Jumat, mengakhiri pekan yang penuh gejolak yang melihat aksi jual tajam dipicu oleh protes keras di kota, sementara...

Saham AS akhiri pekan dengan kenaikan, bahkan pasca pelemahan produsen chip
Saturday, 15 June 2019 03:25 WIB

Mayoritas saham ditutup lebih rendah pada Jumat, meninggalkan kenaikan mingguan yang masih ada, pasca saham produsen chip komputer berada di bawah...