Sunday, 17 February 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
BOJ Menjaga Kebijakan Tidak Berubah, Mengurangi Perkiraan Inflasi
Friday, 15 June 2018 10:01 WIB | MONETARY |

Bank of Japan meninggalkan kebijakan moneter tidak berubah bahkan ketika menurunkan penilaian inflasi, turun lebih jauh di belakang rekan globalnya pada akhir minggu yang sibuk bagi bank-bank sentral.

BOJ mempertahankan pengaturan pada program kontrol kurva imbal hasil dan pembelian aset, katanya dalam sebuah pernyataan Jumat, hasil perkiraan oleh 45 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. Bank sentral menurunkan penilaian inflasi setelah menaikkannya pada bulan Januari. Dikatakannya bahwa sekarang melihat indeks harga konsumen dalam kisaran 0,5 persen hingga 1,0 persen.

Sementara BOJ berjuang, Federal Reserve pekan ini menaikkan suku bunga untuk keenam kalinya dalam 18 bulan dan menetapkan lintasan kenaikan suku bunga yang lebih curam, sementara Bank Sentral Eropa merencanakan akhir pembelian asetnya pada tahun ini.

"Minggu ini hanya memperdalam pandangan pasar bahwa Fed dan ECB berada di grup normalisasi dan Jepang tidak," Masamichi Adachi, seorang ekonom senior di JPMorgan Chase & Co., mengatakan sebelum keputusan BOJ dirilis. "Itu seharusnya membantu melemahkan yen. 

Gubernur Haruhiko Kuroda menekankan perlunya mempertahankan jalannya dengan stimulus. Pada pertemuan terakhir, bank sentral menghapus bahasa yang mengatakan pihaknya memperkirakan inflasi mencapai target 2 persen sekitar tahun fiskal yang dimulai pada April 2019.

JPMorgan dan Bank of America Merrill Lynch termasuk di antara mereka yang dalam beberapa minggu terakhir telah mengubah perkiraan mereka, mendorong kembali perkiraan waktu mereka tentang langkah pertama BOJ menuju normalisasi kebijakan. Dalam survei Bloomberg, 88 persen analis mengatakan tidak akan dimulai hingga 2019 atau setelahnya.

Kuroda hampir pasti akan menghadapi pertanyaan tentang momentum harga selama konferensi persnya pada hari Jumat. Inflasi inti, yang tidak termasuk makanan segar, melambat untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan April, menjadi 0,7 persen.

"Inflasi jelas lebih rendah dari yang diperkirakan," kata Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis James Bullard di Tokyo bulan lalu. "Ini telah membuat frustrasi di Jepang, tetapi itu juga menjadi pelajaran bagi seluruh dunia untuk memahami hal-hal seperti apa yang dapat terjadi jika ekspektasi inflasi berakar pada tingkat yang rendah." (frk)

Sumber: Bloomberg

LATEST NEWS
Saham HK Jatuh pada Ketidakpastian Pembicaraan Perdagangan (Review)

Saham Hong Kong jatuh pada Jumat di tengah ketidakpastian hasil pembicaraan perdagangan AS-China di Beijing, menyusul hasil negatif Wall Street pada penjualan ritel AS yang lemah. Indeks Hang Seng kehilangan 1,87%, atau 531,21 poin, menjadi...

Senat AS Konfirmasi Jaksa Agung William Barr

Senat Amerika hari Kamis (14/2) mengukuhkan William Barr sebagai jaksa agung pilihan Presiden Donald Trump,. Senat memberikan 54 suara mendukung dan 45 menentang untuk konfirmasi itu. Barr, yang menjabat sebagai jaksa agung di bawah Presiden...

Wall Street Reli Di Dorong Harapan Perdagangan AS-Cina

Wall Street berakhir naik pada hari Jumat, dengan Dow dan Nasdaq membukukan kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut karena investor berharap bahwa Amerika Serikat dan Cina akan menuntaskan kesepakatan menyelesaikan perang perdagangan yang...

POPULAR NEWS
Emas Berakhir Lebih Rendah, Membangun Penurunan Mingguan
Friday, 15 February 2019 03:58 WIB

Emas berjangka berakhir lebih rendah pada hari Kamis karena kekhawatiran seputar pembicaraan perdagangan AS dan China mereda dan dolar...

Emas Berjangka Berakhir Naik Membukukan Gain Untuk Minggu Ini
Saturday, 16 February 2019 04:01 WIB

Emas berjangka berakhir pada level tertinggi dua minggu pada hari Jumat, membukukan kenaikan moderat untuk minggu ini karena kemajuan dalam...

Trump Akan Nyatakan Darurat Nasional seiring Dia Tandatangi RUU Keamanan Perbatasan
Friday, 15 February 2019 11:07 WIB

Presiden Donald Trump akan mengumumkan keadaan darurat nasional sehingga ia dapat melewati Kongres dan mendapatkan uang untuk membangun tembok di...

Emas menguat seiring dolar melemah pada penjualan ritel AS yang suram
Friday, 15 February 2019 08:20 WIB

Harga emas menguat pada hari Jumat seiring dolar sedikit melemah setelah data AS yang mengecewakan mengindikasikan momentum ekonomi yang melambat,...