Saturday, 19 January 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
SNB Jaga Ancaman Intervensi seiring Suku Bunga Utama Bertahan di Rekor Rendah
Thursday, 15 March 2018 15:59 WIB | FISCAL & MONETARY |SNB,Bank Sentral Swiss,

Bank sentral Swiss mempertahankan suku bunga di titik terendah dan mengulangi ancaman intervensinya, tetap bertahan pada kebijakan yang membantu melemahkan mata uangnya.

Swiss National Bank mengatakan franc tetap "bernilai tinggi" terhadap euro pada hari Kamis dan mengatakan bahwa kebijakan saat ini tetap "penting." Keputusan untuk tidak ada perubahan dalam semua alat moneter telah diantisipasi secara luas.

Meskipun pertumbuhan ekonomi di Swiss dan di kawasan euro sekitarnya telah menguat, tekanan harga masih di bawah rata-rata, dan SNB tidak ingin melakukan apapun yang mengangkat franc dan mengacaukan upaya mereka untuk mengangkat inflasi.

Tapi keputusan Swiss untuk kukuh pada kebijakan moneternya berbeda dengan banyak bank sentral lainnya di dunia. Federal Reserve mungkin menaikkan suku bunga lagi minggu depan, Bank of England telah memberi sinyal pengetatan lebih cepat ke depan, dan bahkan Bank Sentral Eropa baru-baru ini menggeser panduannya, bergerak mendekat untuk keluar kebijakan stimulusnya.

"Situasi di pasar valuta asing masih rapuh dan kondisi moneter bisa berubah dengan cepat," kata SNB, yang dipimpin oleh Presiden Thomas Jordan, dalam sebuah pernyataan.

Swiss menyelesaikan 2017 dengan pertumbuhan yang solid 0,6 persen pada kuartal keempat, didukung oleh membaiknya ekonomi global dan franc yang lebih lemah. Mata uang tersebut turun 8 persen terhadap euro tahun lalu, membantu eksportir yang telah lama tertekan.

Namun, muncul tanda-tanda bahwa pemulihan di kawasan euro, momentumnya mungkin telah kehilangan kecepatan dalam beberapa pekan terakhir - yang akan berdampak pada Swiss - dan AS berencana untuk memberlakukan tarif pada impor baja dan aluminium sehingga memiliki potensi untuk mendapatkan tindakan balasan dari negara lain dan melemahnya kepercayaan.

SNB, yang memiliki suku bunga deposito minus 0,75 persen sejak awal 2015, melihat pertumbuhan sekitar 2 persen tahun ini, tidak berubah dari prediksi sebelumnya.

Inflasi rata-rata 0,6 persen tahun ini dan 0,9 persen pada 2019, kata SNB. Itu dibandingkan dengan perkiraan Desember masing-masing 0,7 persen dan 1,1 persen. Bank sentral juga mengeluarkan perkiraan inflasi tahunan pertama tahun 2020, memperkirakan inflasi sebesar 1,9 persen. (sdm)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
Draghi : Ekonomi Lebih Lemah Dari yang Diperkirakan Ditengah Ketidakpastian Global...
Tuesday, 15 January 2019 23:46 WIB

Data ekonomi yang lemah menggarisbawahi perlunya stimulus Bank Sentral Eropa yang berkelanjutan, menurut Presiden Mario Draghi. "Perkembangan ekonomi baru-baru ini lebih lemah dari yang diharapkan da...

Powell Mengatakan Fed Menunggu dan Melihat Dengan Kesabaran Tentang Suku Bunga...
Friday, 11 January 2019 04:06 WIB

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral AS dapat bersabar sebelum menyesuaikan kenaikan suku bunga selanjutnya karena menunggu untuk melihat bagaimana risiko global yang berdampak ...

Risalah Fed: Beberapa Anggota Menentang Kenaikan Suku Bunga di Desember...
Thursday, 10 January 2019 02:11 WIB

Beberapa pejabat Federal Reserve menginginkan bank sentral untuk mempertahankan kebijakan pada Desember di tengah kenaikan volatilitas pasar keuangan, menurut risalah pertemuan kebijakan Desember mere...

Powell Mengatakan Dia Tidak Akan Mengundurkan Diri jika Diminta oleh Presiden...
Friday, 4 January 2019 22:55 WIB

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan dia tidak akan mengundurkan diri jika diminta oleh Presiden Donald Trump. Berbicara di sebelah pendahulunya Janet Yellen dan Ben Bernanke, Powell mengata...

BOE Pertahankan Suku Bunga Tidak Berubah Seiring Ketidakpastian Brexit Meningkat...
Thursday, 20 December 2018 19:17 WIB

Bank of England mengatakan ketidakpastian seputar perceraian Inggris dari Uni Eropa semakin meningkat seiring mereka memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah. Komite Kebijakan Moneter...

LATEST NEWS
Saham Hong Kong, Shanghai Akhiri Pekan Dengan Gain (Review)

Saham-saham Hong Kong mengakhiri pekan yang sehat dengan catatan positif pada hari Jumat karena para investor menyambut laporan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk menaikkan tarif China dalam upaya untuk menuntaskan kesepakatan perdagangan...

Dow Catatkan 300 Poin Kenaikan Karena Saham Bersamaan Raih Penguatan 4 Hari Beruntun

Saham AS mengakhiri pekan ini dengan penguatan pada hari Jumat, membukukan kenaikan untuk hari keempat berturut-turut, setelah laporan bahwa Washington dan Beijing sedang memperdebatkan konsesi untuk membantu mengamankan resolusi akhirnya untuk...

Harga Minyak AS Berakhir Lebih Tinggi, Mengangkat Gain Mingguan Menjadi Lebih dari 4%

Harga minyak berjangka naik pada hari Jumat, dengan harga minyak AS menghitung kenaikan mingguan lebih dari 4% karena optimisme seputar kemajuan menuju penyelesaian perselisihan perdagangan A.S. - China meredakan kekhawatiran tentang permintaan...

POPULAR NEWS
Emas Naik Karena Gejolak Brexit Melampaui Penurunan Ekuitas
Thursday, 17 January 2019 03:59 WIB

Emas berjangka naik untuk ketiga kalinya dalam empat sesi terakhir karena penurunan AS atas Brexit melampaui kenaikan pasar saham global. Logam ini...

Level $ 1.300 Sulit di Raih, Emas Turun Dari Tertingginya 2-Minggu
Friday, 18 January 2019 02:13 WIB

Emas berjangka melemah pada hari Kamis dari level tertingginya hampir dua minggu yang mereka selesaikan pada hari sebelumnya, karena garis...

Emas tergelincir dari level tertinggi 2 minggu
Thursday, 17 January 2019 20:23 WIB

Emas berjangka tergelincir dari level tertinggi dua minggu pada hari Kamis, seiring garis psikologis penting $ 1.300 tetap sulit disentuh pada sesi...

Emas tertahan ketika investor abaikan kekhawatiran geopolitik, saham menguat
Wednesday, 16 January 2019 21:17 WIB

Emas berjangka berjuang menentukan arah pada Rabu ini karena investor membiarkan gejolak seputar rencana AS untuk meninggalkan Uni Eropa serta...