Tuesday, 24 April 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
SNB Jaga Ancaman Intervensi seiring Suku Bunga Utama Bertahan di Rekor Rendah
Thursday, 15 March 2018 15:59 WIB | FISCAL & MONETARY |SNB,Bank Sentral Swiss,

Bank sentral Swiss mempertahankan suku bunga di titik terendah dan mengulangi ancaman intervensinya, tetap bertahan pada kebijakan yang membantu melemahkan mata uangnya.

Swiss National Bank mengatakan franc tetap "bernilai tinggi" terhadap euro pada hari Kamis dan mengatakan bahwa kebijakan saat ini tetap "penting." Keputusan untuk tidak ada perubahan dalam semua alat moneter telah diantisipasi secara luas.

Meskipun pertumbuhan ekonomi di Swiss dan di kawasan euro sekitarnya telah menguat, tekanan harga masih di bawah rata-rata, dan SNB tidak ingin melakukan apapun yang mengangkat franc dan mengacaukan upaya mereka untuk mengangkat inflasi.

Tapi keputusan Swiss untuk kukuh pada kebijakan moneternya berbeda dengan banyak bank sentral lainnya di dunia. Federal Reserve mungkin menaikkan suku bunga lagi minggu depan, Bank of England telah memberi sinyal pengetatan lebih cepat ke depan, dan bahkan Bank Sentral Eropa baru-baru ini menggeser panduannya, bergerak mendekat untuk keluar kebijakan stimulusnya.

"Situasi di pasar valuta asing masih rapuh dan kondisi moneter bisa berubah dengan cepat," kata SNB, yang dipimpin oleh Presiden Thomas Jordan, dalam sebuah pernyataan.

Swiss menyelesaikan 2017 dengan pertumbuhan yang solid 0,6 persen pada kuartal keempat, didukung oleh membaiknya ekonomi global dan franc yang lebih lemah. Mata uang tersebut turun 8 persen terhadap euro tahun lalu, membantu eksportir yang telah lama tertekan.

Namun, muncul tanda-tanda bahwa pemulihan di kawasan euro, momentumnya mungkin telah kehilangan kecepatan dalam beberapa pekan terakhir - yang akan berdampak pada Swiss - dan AS berencana untuk memberlakukan tarif pada impor baja dan aluminium sehingga memiliki potensi untuk mendapatkan tindakan balasan dari negara lain dan melemahnya kepercayaan.

SNB, yang memiliki suku bunga deposito minus 0,75 persen sejak awal 2015, melihat pertumbuhan sekitar 2 persen tahun ini, tidak berubah dari prediksi sebelumnya.

Inflasi rata-rata 0,6 persen tahun ini dan 0,9 persen pada 2019, kata SNB. Itu dibandingkan dengan perkiraan Desember masing-masing 0,7 persen dan 1,1 persen. Bank sentral juga mengeluarkan perkiraan inflasi tahunan pertama tahun 2020, memperkirakan inflasi sebesar 1,9 persen. (sdm)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
PBOC Pangkas Rasio Cadangan Untuk Likuiditas Bank China yang Stabil...
Wednesday, 18 April 2018 08:45 WIB

People Bank of China (PBOC) mengatakan akan memangkas rasio cadangan-syarat bagi beberapa bank untuk mengurangi biaya pendanaan mereka dan pada gilirannya membantu meringankan kondisi untuk bisnis dan...

RBA Melihat Ekonomi Tumbuh Lebih Pesat Dibanding Tingkat Potensialnya pada 2018...
Tuesday, 17 April 2018 08:51 WIB

Perekonomian Australia tahun ini diperkirakan tumbuh lebih cepat daripada batas kecepatannya - diperkirakan 2,75 persen oleh Treasury - dengan inflasi tepat di atas bagian bawah targetnya, bank sentra...

ECB memandang perang dagang sebagai risiko bagi ekonomi Eropa...
Thursday, 12 April 2018 19:09 WIB

Pejabat Bank Sentral Eropa memperingatkan pada pertemuan kebijakan Maret mereka bahwa perang perdagangan dan penguatan euro berisiko merusak pemulihan ekonomi zona euro, memperlihatkan kewaspadaan ECB...

Risalah Pertemuan The Fed di Maret Memperkuat Pandangan Bahwa akan ada Kenaikan Suku Bunga Lainnya...
Thursday, 12 April 2018 01:18 WIB

Risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal 20-21 Maret yang dirilis Rabu menunjukkan "semua" peserta melihat adanya kemungkinan beberapa kenaikan suku bunga lainnya. Alih-alih membahas apakah aka...

Bank of England Pertahankan Suku Bunga Utama 0,5% pada Suara 7-2 ...
Thursday, 22 March 2018 19:24 WIB

Bank of England pada Kamis ini mempertahankan suku bunga utamanya sebesar 0,5%, memenuhi harapan yang dipegang secara luas. Komite Kebijakan Moneter memilih 7-2 untuk tidak membuat perubahan dalam ke...

LATEST NEWS
Saham Asia Naik Karena Ketegangan Politik Mereda; Ekuitas Korea Jatuh

Saham Asia naik seiring para investor mengalihkan perhatian mereka ke prospek laba perusahaan dan karena kekhawatiran tentang ketegangan politik global mereda. Pelemahan yen mendukung ekuitas Jepang. Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,4 persen ke...

Emas Tertahan di Dekat 2 Minggu Terendah; Palladium Perpanjang Penurunan

Emas mempertahankan penurunannya selama 3 hari terakhir karena dolar diperdagangkan di level tertingginya sejak awal Januari lalu. Sedangkan palladium menuju penurunan 2 hari terbesarnya dalam lebih dari satu tahun terakhir. Bullion untuk...

EUR/USD Jatuh Lebih Jauh Di Bawah 1,22 Pasca IFO

Mata uang tunggal melihat penurunannya dipercepat hari ini dan sekarang memaksa EUR/USD untuk jatuh ke level terendah baru di sekitar wilayah 1,2180. Sentimen jual tetap baik dan sehat di sekitar mata uang Eropa selama semester pertama minggu ini,...

POPULAR NEWS
Emas Berjangka Jatuh ke Posisi 2-Minggu Terendah
Tuesday, 24 April 2018 01:34 WIB

Emas terperosok ke level 2 minggu terendah seiring berkurangnya permintaan untuk aset haven di tengah meredanya ketegangan geopolitik dan reli...

Peter Hug: Emas Berada dalam Mode Defensif
Tuesday, 24 April 2018 05:44 WIB

Pada liburan minggu lalu, saya kehilangan nuansa beberapa hari perdagangan terakhir. Kami menyebutkan bahwa gambaran teknis tampak positif dengan...

Kekhawatiran Dagang AS-China Mereda, Emas Turun untuk Hari ke Tiga
Monday, 23 April 2018 12:58 WIB

Emas turun pada hari ketiga setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengisyaratkan gencatan senjata dengan China pada perdagangan, dan karena...

Jumlah Bor AS Meningkat ke Tertingginya 3-Tahun, Minyak di bawah $ 69
Monday, 23 April 2018 10:26 WIB

Minyak diperdagangkan di bawah $ 69 karena jumlah rig minyak mentah di AS naik ke level tertingginya tiga tahun dalam tanda-tanda bahwa produksi...