Sunday, 22 July 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
SNB Jaga Ancaman Intervensi seiring Suku Bunga Utama Bertahan di Rekor Rendah
Thursday, 15 March 2018 15:59 WIB | FISCAL & MONETARY |SNB,Bank Sentral Swiss,

Bank sentral Swiss mempertahankan suku bunga di titik terendah dan mengulangi ancaman intervensinya, tetap bertahan pada kebijakan yang membantu melemahkan mata uangnya.

Swiss National Bank mengatakan franc tetap "bernilai tinggi" terhadap euro pada hari Kamis dan mengatakan bahwa kebijakan saat ini tetap "penting." Keputusan untuk tidak ada perubahan dalam semua alat moneter telah diantisipasi secara luas.

Meskipun pertumbuhan ekonomi di Swiss dan di kawasan euro sekitarnya telah menguat, tekanan harga masih di bawah rata-rata, dan SNB tidak ingin melakukan apapun yang mengangkat franc dan mengacaukan upaya mereka untuk mengangkat inflasi.

Tapi keputusan Swiss untuk kukuh pada kebijakan moneternya berbeda dengan banyak bank sentral lainnya di dunia. Federal Reserve mungkin menaikkan suku bunga lagi minggu depan, Bank of England telah memberi sinyal pengetatan lebih cepat ke depan, dan bahkan Bank Sentral Eropa baru-baru ini menggeser panduannya, bergerak mendekat untuk keluar kebijakan stimulusnya.

"Situasi di pasar valuta asing masih rapuh dan kondisi moneter bisa berubah dengan cepat," kata SNB, yang dipimpin oleh Presiden Thomas Jordan, dalam sebuah pernyataan.

Swiss menyelesaikan 2017 dengan pertumbuhan yang solid 0,6 persen pada kuartal keempat, didukung oleh membaiknya ekonomi global dan franc yang lebih lemah. Mata uang tersebut turun 8 persen terhadap euro tahun lalu, membantu eksportir yang telah lama tertekan.

Namun, muncul tanda-tanda bahwa pemulihan di kawasan euro, momentumnya mungkin telah kehilangan kecepatan dalam beberapa pekan terakhir - yang akan berdampak pada Swiss - dan AS berencana untuk memberlakukan tarif pada impor baja dan aluminium sehingga memiliki potensi untuk mendapatkan tindakan balasan dari negara lain dan melemahnya kepercayaan.

SNB, yang memiliki suku bunga deposito minus 0,75 persen sejak awal 2015, melihat pertumbuhan sekitar 2 persen tahun ini, tidak berubah dari prediksi sebelumnya.

Inflasi rata-rata 0,6 persen tahun ini dan 0,9 persen pada 2019, kata SNB. Itu dibandingkan dengan perkiraan Desember masing-masing 0,7 persen dan 1,1 persen. Bank sentral juga mengeluarkan perkiraan inflasi tahunan pertama tahun 2020, memperkirakan inflasi sebesar 1,9 persen. (sdm)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
Powell; kenaikan suku bunga bertahap merupakan 'jalan terbaik ke depannya'...
Tuesday, 17 July 2018 21:38 WIB

Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Selasa mengatakan berlanjutnya kenaikan suku bunga secara bertahap merupakan "jalan terbaik ke depannya" untuk kebijakan moneter. "Dengan pasar tenaga kerja ya...

RBA Lihat Pertumbuhan Yang Kuat Pangkas Pengangguran, Angkat Inflasi...
Tuesday, 17 July 2018 09:26 WIB

Bank sentral Australia mengharapkan ekonomi yang menguat untuk secara bertahap mengurangi pengangguran dan mengangkat inflasi, menegaskan kembali tidak ada kasus yang kuat untuk langkah kebijakan jang...

Draghi Mengatakan Inflasi Zona Euro Berada Dijalur Mandiri...
Monday, 9 July 2018 21:14 WIB

Mario Draghi mengatakan peningkatan inflasi zona euro berada di jalur mandiri, memungkinkan Bank Sentral Eropa untuk menarik pembelian obligasinya meskipun meningkatkan tensi perang perdagangan global...

Fed Minutes: Risiko negatif ekonomi dari kebijakan perdagangan AS telah meningkat...
Friday, 6 July 2018 04:02 WIB

The Federal Reserve pada awal Juni melihat bahwa risiko negatif dari kebijakan perdagangan AS "telah meningkat" dan dapat memiliki efek negatif pada sentimen bisnis dan pengeluaran investasi, menurut ...

Australia Pertahankan Suku Bunga Utama Seiring Penurunan Mata Uang Yang Mendukung Ekspor ...
Tuesday, 3 July 2018 12:52 WIB

Australia mempertahankan suku bunga utamanya tidak berubah pada rekor rendah pada Selasa karena penurunan mata uang baru-baru ini membantu perekonomian dengan menawarkan eksportir beberapa penyekatan ...

LATEST NEWS
Saham Hong Kong lebih tinggi di penutupan (Review)

Saham Hong Kong ditutup lebih tinggi Jumat, diikuti saham China untuk pertama kalinya pekan ini karena mata uang yuan yang lemah menentang serangan Presiden AS Trump pada dolar yang kuat. Indeks Hang Seng naik 0,76%, atau 213,62 poin, menjadi...

Pompeo: AS Tak Izinkan Rusia Interogasi Mantan Dubes AS

Amerika tidak berniat mengizinkan Rusia menginterogasi Michael McFaul, mantan duta besar Amerika untuk Rusia, yang juga pengecam keras Presiden Rusia Vladimir Putin, kata Menteri Luar Negeri Mike Pompeo kepada VOA, Kamis (19/7). œItu tidak akan...

Dolar mengalami penurunan satu hari terbesar dalam 3 minggu setelah komentar Trump

Dolar AS terpukul pada Jumat ini setelah Presiden Donald Trump menuduh China dan Uni Eropa terhadap manipulasi mata uang dan suku bunga yang menurutnya telah merugikan AS. Indeks Dolar AS diperdagangkan 0,7% lebih rendah ke 94,478 setelah cuitan...

POPULAR NEWS
Harga Emas Pangkas Penurunan, Tetapi Masih Berakhir Pada Level 1 Tahun Terendah
Friday, 20 July 2018 00:55 WIB

Emas berjangka menyerahkan sebagian besar penurunannya pada Kamis ini, tetapi masih berakhir pada level terendahnya dalam sekitar satu tahun...

Emas Menuju Penurunan Mingguan dengan Prospek Suku Bunga Jadi Fokus
Friday, 20 July 2018 09:02 WIB

Emas turun untuk di perdagangkan di dekat level terendah dalam setahun seiring investor menimbang komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell...

Harga Emas Berada Di Level Setahun Terendahnya
Thursday, 19 July 2018 17:19 WIB

Emas diperdagangkan pada level terendah dalam setahun setelah pernyataan Ketua Federal Reserve  Jerome Powell mengenai pekerjaan serta inflasi...

Emas Naik Tipis Pasca Pernyataan Trump yang Menekan Dolar
Friday, 20 July 2018 20:07 WIB

Harga emas raih kenaikan tipis pada hari Jumat, hampir tidak memangkas kerugian mingguannya karena logam tetap tertekan di wilayah koreksi yang...