Monday, 21 January 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Draghi: ECB Masih Belum Bisa Capai Target Inflasi pada tahun 2020
Thursday, 14 December 2017 21:34 WIB | FISCAL & MONETARY | ECBMario Draghi

Mario Draghi tidak lagi menyatakan bahwa Bank Sentral Eropa akan memenuhi target inflasi pada 2020, mengindikasikan bahwa ekonomi kawasan euro belum cukup kuat untuk menjamin penyisihan stimulus moneter.

Presiden ECB mengumumkan proyeksi ekonomi terbaru yang menunjukkan pertumbuhan yang kuat selama tiga tahun ke depan namun terdapat perlambatan kenaikan pada harga konsumen. Inflasi akan rata-rata berada di 1,7 persen pada 2020, di bawah target 2 persen. Pembuat kebijakan sebelumnya mempertahankan suku bunga dan menjaga pelonggaran kuantitatif mereka tidak berubah.

Diskusi Dewan Pengurus "mencerminkan peningkatan kepercayaan yang kita miliki dalam konvergensi inflasi menuju jalur mandiri dalam jangka menengah," kata Draghi dalam konferensi pers pada hari Kamis, menambahkan bahwa "level yang cukup besar" untuk stimulus masih diperlukan. "Tekanan harga domestik tetap teredam secara keseluruhan dan belum menunjukkan tanda-tanda yang meyakinkan dari tren kenaikan berkelanjutan."

Peringatan dari pimpinan ECB muncul di tengah serentetan keputusan bank sentral dalam 24 jam terakhir yang memberi sinyal kebijakan moneter global menjadi lebih ketat ke depannya. Federal Reserve AS mengumumkan kenaikan suku bunga ketiga tahun ini, Cina secara tak terduga menaikkan biaya pinjaman yang lebih tinggi, dan bank sentral Norwegia memberi sinyal bahwa mereka mungkin akan menaikkan suku bunga lebih awal dari sebelumnya.

Bank Nasional Swiss memperkirakan inflasi akan melampaui targetnya pada akhir 2020, meskipun mengatakan tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga. Bank of England, yang menaikkan suku bunga bulan lalu untuk pertama kalinya dalam satu dekade, mempertahankan kebijakan yang tidak berubah di London.

Draghi mengatakan momentum siklis yang kuat dapat memberikan kejutan pertumbuhan positif lebih lanjut dalam waktu dekat. Risiko penruuan sebagian besar terkait faktor global, katanya.

Dewan Pengatur akan mengurangi separuh pembelian aset menjadi 30 miliar euro ($ 35 miliar) per bulan mulai bulan Januari dan berlanjut setidaknya selama sembilan bulan sampai akhir September. Mereka berjanji untuk meningkatkan atau memperpanjang pembelian jika prospek inflasi memburuk, dan mengharapkan suku bunga tetap tidak berubah sampai melewati masa akhir pembelian aset bersih. Para pejabat juga akan menginvestasikan kembali hasil dari kepemilikan hutang yang jatuh tempo selama diperlukan. (Sdm)

Sumber: Bloomberg

 

RELATED NEWS
Draghi : Ekonomi Lebih Lemah Dari yang Diperkirakan Ditengah Ketidakpastian Global...
Tuesday, 15 January 2019 23:46 WIB

Data ekonomi yang lemah menggarisbawahi perlunya stimulus Bank Sentral Eropa yang berkelanjutan, menurut Presiden Mario Draghi. "Perkembangan ekonomi baru-baru ini lebih lemah dari yang diharapkan da...

Powell Mengatakan Fed Menunggu dan Melihat Dengan Kesabaran Tentang Suku Bunga...
Friday, 11 January 2019 04:06 WIB

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral AS dapat bersabar sebelum menyesuaikan kenaikan suku bunga selanjutnya karena menunggu untuk melihat bagaimana risiko global yang berdampak ...

Risalah Fed: Beberapa Anggota Menentang Kenaikan Suku Bunga di Desember...
Thursday, 10 January 2019 02:11 WIB

Beberapa pejabat Federal Reserve menginginkan bank sentral untuk mempertahankan kebijakan pada Desember di tengah kenaikan volatilitas pasar keuangan, menurut risalah pertemuan kebijakan Desember mere...

Powell Mengatakan Dia Tidak Akan Mengundurkan Diri jika Diminta oleh Presiden...
Friday, 4 January 2019 22:55 WIB

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan dia tidak akan mengundurkan diri jika diminta oleh Presiden Donald Trump. Berbicara di sebelah pendahulunya Janet Yellen dan Ben Bernanke, Powell mengata...

BOE Pertahankan Suku Bunga Tidak Berubah Seiring Ketidakpastian Brexit Meningkat...
Thursday, 20 December 2018 19:17 WIB

Bank of England mengatakan ketidakpastian seputar perceraian Inggris dari Uni Eropa semakin meningkat seiring mereka memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah. Komite Kebijakan Moneter...

LATEST NEWS
Saham Hong Kong, Shanghai Akhiri Pekan Dengan Gain (Review)

Saham-saham Hong Kong mengakhiri pekan yang sehat dengan catatan positif pada hari Jumat karena para investor menyambut laporan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk menaikkan tarif China dalam upaya untuk menuntaskan kesepakatan perdagangan...

Dow Catatkan 300 Poin Kenaikan Karena Saham Bersamaan Raih Penguatan 4 Hari Beruntun

Saham AS mengakhiri pekan ini dengan penguatan pada hari Jumat, membukukan kenaikan untuk hari keempat berturut-turut, setelah laporan bahwa Washington dan Beijing sedang memperdebatkan konsesi untuk membantu mengamankan resolusi akhirnya untuk...

Harga Minyak AS Berakhir Lebih Tinggi, Mengangkat Gain Mingguan Menjadi Lebih dari 4%

Harga minyak berjangka naik pada hari Jumat, dengan harga minyak AS menghitung kenaikan mingguan lebih dari 4% karena optimisme seputar kemajuan menuju penyelesaian perselisihan perdagangan A.S. - China meredakan kekhawatiran tentang permintaan...

POPULAR NEWS
Level $ 1.300 Sulit di Raih, Emas Turun Dari Tertingginya 2-Minggu
Friday, 18 January 2019 02:13 WIB

Emas berjangka melemah pada hari Kamis dari level tertingginya hampir dua minggu yang mereka selesaikan pada hari sebelumnya, karena garis...

Emas Menahan Penurunan seiring Investor Menimbang Perkembangan Perdagangan
Friday, 18 January 2019 14:13 WIB

Emas menahan penurunan di tengah optimisme untuk kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China yang mendorong ekuitas di Asia pada Jumat dan imbal...

Emas Berjangka Derita Penurunan Mingguan Pertama Sejak Pertengahan Desember
Saturday, 19 January 2019 02:09 WIB

Emas berjangka jatuh pada hari Jumat, menderita penurunan mingguan pertama mereka sejak pertengahan Desember karena optimisme seputar sengketa...

Saham Hong Kong, Shanghai akhiri pekan dengan gain
Friday, 18 January 2019 15:49 WIB

Saham-saham Hong Kong mengakhiri pekan yang sehat dengan catatan positif pada hari Jumat karena para investor menyambut laporan bahwa AS sedang...