Thursday, 26 April 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Draghi: ECB Masih Belum Bisa Capai Target Inflasi pada tahun 2020
Thursday, 14 December 2017 21:34 WIB | FISCAL & MONETARY | ECBMario Draghi

Mario Draghi tidak lagi menyatakan bahwa Bank Sentral Eropa akan memenuhi target inflasi pada 2020, mengindikasikan bahwa ekonomi kawasan euro belum cukup kuat untuk menjamin penyisihan stimulus moneter.

Presiden ECB mengumumkan proyeksi ekonomi terbaru yang menunjukkan pertumbuhan yang kuat selama tiga tahun ke depan namun terdapat perlambatan kenaikan pada harga konsumen. Inflasi akan rata-rata berada di 1,7 persen pada 2020, di bawah target 2 persen. Pembuat kebijakan sebelumnya mempertahankan suku bunga dan menjaga pelonggaran kuantitatif mereka tidak berubah.

Diskusi Dewan Pengurus "mencerminkan peningkatan kepercayaan yang kita miliki dalam konvergensi inflasi menuju jalur mandiri dalam jangka menengah," kata Draghi dalam konferensi pers pada hari Kamis, menambahkan bahwa "level yang cukup besar" untuk stimulus masih diperlukan. "Tekanan harga domestik tetap teredam secara keseluruhan dan belum menunjukkan tanda-tanda yang meyakinkan dari tren kenaikan berkelanjutan."

Peringatan dari pimpinan ECB muncul di tengah serentetan keputusan bank sentral dalam 24 jam terakhir yang memberi sinyal kebijakan moneter global menjadi lebih ketat ke depannya. Federal Reserve AS mengumumkan kenaikan suku bunga ketiga tahun ini, Cina secara tak terduga menaikkan biaya pinjaman yang lebih tinggi, dan bank sentral Norwegia memberi sinyal bahwa mereka mungkin akan menaikkan suku bunga lebih awal dari sebelumnya.

Bank Nasional Swiss memperkirakan inflasi akan melampaui targetnya pada akhir 2020, meskipun mengatakan tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga. Bank of England, yang menaikkan suku bunga bulan lalu untuk pertama kalinya dalam satu dekade, mempertahankan kebijakan yang tidak berubah di London.

Draghi mengatakan momentum siklis yang kuat dapat memberikan kejutan pertumbuhan positif lebih lanjut dalam waktu dekat. Risiko penruuan sebagian besar terkait faktor global, katanya.

Dewan Pengatur akan mengurangi separuh pembelian aset menjadi 30 miliar euro ($ 35 miliar) per bulan mulai bulan Januari dan berlanjut setidaknya selama sembilan bulan sampai akhir September. Mereka berjanji untuk meningkatkan atau memperpanjang pembelian jika prospek inflasi memburuk, dan mengharapkan suku bunga tetap tidak berubah sampai melewati masa akhir pembelian aset bersih. Para pejabat juga akan menginvestasikan kembali hasil dari kepemilikan hutang yang jatuh tempo selama diperlukan. (Sdm)

Sumber: Bloomberg

 

RELATED NEWS
PBOC Pangkas Rasio Cadangan Untuk Likuiditas Bank China yang Stabil...
Wednesday, 18 April 2018 08:45 WIB

People Bank of China (PBOC) mengatakan akan memangkas rasio cadangan-syarat bagi beberapa bank untuk mengurangi biaya pendanaan mereka dan pada gilirannya membantu meringankan kondisi untuk bisnis dan...

RBA Melihat Ekonomi Tumbuh Lebih Pesat Dibanding Tingkat Potensialnya pada 2018...
Tuesday, 17 April 2018 08:51 WIB

Perekonomian Australia tahun ini diperkirakan tumbuh lebih cepat daripada batas kecepatannya - diperkirakan 2,75 persen oleh Treasury - dengan inflasi tepat di atas bagian bawah targetnya, bank sentra...

ECB memandang perang dagang sebagai risiko bagi ekonomi Eropa...
Thursday, 12 April 2018 19:09 WIB

Pejabat Bank Sentral Eropa memperingatkan pada pertemuan kebijakan Maret mereka bahwa perang perdagangan dan penguatan euro berisiko merusak pemulihan ekonomi zona euro, memperlihatkan kewaspadaan ECB...

Risalah Pertemuan The Fed di Maret Memperkuat Pandangan Bahwa akan ada Kenaikan Suku Bunga Lainnya...
Thursday, 12 April 2018 01:18 WIB

Risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal 20-21 Maret yang dirilis Rabu menunjukkan "semua" peserta melihat adanya kemungkinan beberapa kenaikan suku bunga lainnya. Alih-alih membahas apakah aka...

Bank of England Pertahankan Suku Bunga Utama 0,5% pada Suara 7-2 ...
Thursday, 22 March 2018 19:24 WIB

Bank of England pada Kamis ini mempertahankan suku bunga utamanya sebesar 0,5%, memenuhi harapan yang dipegang secara luas. Komite Kebijakan Moneter memilih 7-2 untuk tidak membuat perubahan dalam ke...

LATEST NEWS
Saham Eropa Turun Tipis Seiring Musim Laporan Laba

Saham Eropa melemah setelah sesi yang bervariasi di Asia karena para investor bergumul dengan musim laporan pendapatan perusahaan. Dolar turun dari tertingginya dalam tiga bulan, Treasury berfluktuasi, dan minyak naik. Indeks Stoxx Europe 600...

Yen Masih Lemah, Bursa Tokyo Berakhir Lebih Tinggi

Saham Tokyo berakhri lebih tinggi pada Kamis ini karena yen yang lemah membantu meningkatkan sentimen pasar, dengan investor yang mengejar saham pada perusahaan yang diharapkan untuk memberikan laporan pendapatan yang cepat. Indeks acuan Nikkei...

Dolar Menguat, Emas Bertahan di Dekat Terendahnya 5-Minggu

Emas mempertahankan penurunan setelah dolar menguat ke tertingginya 3-bulan dan harga Treasury memperpanjang kerugian. Bullion untuk pengiriman cepat sedikit berubah di $ 1,323.71 per ons pada 12:47 di Singapura setelah ditutup di level...

POPULAR NEWS
Emas Berjangka Jatuh ke Posisi 2-Minggu Terendah
Tuesday, 24 April 2018 01:34 WIB

Emas terperosok ke level 2 minggu terendah seiring berkurangnya permintaan untuk aset haven di tengah meredanya ketegangan geopolitik dan reli...

Peter Hug: Emas Berada dalam Mode Defensif
Tuesday, 24 April 2018 05:44 WIB

Pada liburan minggu lalu, saya kehilangan nuansa beberapa hari perdagangan terakhir. Kami menyebutkan bahwa gambaran teknis tampak positif dengan...

Emas berjangka menetap lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam empat sesi
Wednesday, 25 April 2018 01:10 WIB

Emas menetap lebih tinggi pada hari Selasa ini, untuk pertama kalinya dalam empat sesi, menemukan dukungan seiring penurunan tajam dalam indeks...

Emas menetap di level terendah dalam 5 pekan
Thursday, 26 April 2018 00:51 WIB

Harga emas menetap dengan penurunan pada Rabu ini, karena penguatan dolar AS serta imbal hasil obligasi dan beberapa gain di pasar saham...