Sunday, 25 August 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Inflasi konsumen AS catatkan lonjakan terbesar dalam sembilan bulan
Wednesday, 14 November 2018 20:49 WIB | UNITED STATES |

Amerika membayar lebih pada bulan Oktober untuk gas, sewa dan kendaraan bekas, memicu kenaikan terbesar dalam inflasi konsumen dalam sembilan bulan.

Indeks harga konsumen naik 0,3% pada Oktober untuk mencatatkan kenaikan terbesar sejak Januari, kata pemerintah Rabu. Ini juga cocok dengan perkiraan ekonom yang disurvei oleh MarketWatch.

Kenaikan biaya hidup selama 12 bulan terakhir juga meningkat menjadi 2,5% dari 2,3%. Tingkat inflasi masih di bawah posisi tertinggi enam tahun di 2,9% yang disentuh tiga bulan lalu.

Indeks lain yang menghapus makanan dan energi naik tipis 0,2% bulan lalu.

Namun peningkatan tahunan dalam apa yang disebut tingkat inti, angka yang diawasi ketat oleh para ekonom, merosot ke 2,1% dari 2,2%. Itu merupakan peningkatan terkecil sejak April.

Harga gas yang lebih tinggi menyumbang lebih dari sepertiga dari kenaikan harga konsumen bulan lalu.

Kabar baiknya adalah, jatuhnya harga minyak kemungkinan akan menghasilkan harga yang lebih rendah dan lebih sedikit tekanan pada inflasi dalam beberapa bulan ke depan.

Namun, biaya sewa, mobil bekas dan truk, perawatan medis, perabot rumah tangga dan asuransi mobil juga meningkat bulan lalu. Ini merupakan pengeluaran rumah tangga utama.

Harga untuk kendaraan baru dan komunikasi menurun.

Setelah disesuaikan dengan inflasi, upah per jam turun 0,1% pada bulan Oktober. Upah naik 0,7% dalam satu tahun terakhir.

Inflasi telah meningkat lebih tinggi tahun ini terutama karena ekonomi kuat yang meningkatkan biaya tenaga kerja dan banyak bahan utama. Tarif AS terhadap miliaran dolar barang asing juga berkontribusi pada harga yang lebih tinggi.

Namun pada umumnya inflasi tetap stabil, dan dengan penurunan baru-baru ini di harga minyak, inflasi konsumen dapat melambat sedikit. Itu akan memungkinkan Federal Reserve untuk melanjutkan strategi menaikkan suku bunga AS secara bertahap.

Beberapa ekonom berpikir inflasi secara konsisten dapat melebihi target 2% Fed pada tahun depan, namun, berpotensi memberikan tekanan lebih pada bank sentral untuk menjadi lebih agresif. (Sdm)

Sumber: Marketwatch

RELATED NEWS
Defisit Perdagangan A.S. Menyempit Setelah Ekspor, Impor Turun...
Thursday, 6 June 2019 19:54 WIB

Defisit perdagangan A.S. menyempit pada bulan April karena ekspor dan impor turun, menyoroti dampak dari tarif Presiden Donald Trump bahkan sebelum negosiasi dengan China terurai dan ia mengancam pung...

Indeks Layanan-Industri A.S. Lampaui Prakiraan pada Peningkatan Ketenagakerjaan...
Wednesday, 5 June 2019 21:22 WIB

Industri jasa A.S. berkembang pada laju terbaik sejak bulan Februari di tengah rebound dalam ketenagakerjaan, sinyal penguatan pasar tenaga kerja sebelum laporan pekerjaan pemerintah yang jatuh tempo ...

Pasar Saham Asia ditutup untuk liburan...
Monday, 31 December 2018 09:15 WIB

Pasar finansial di Indonesia, Jepang, Filipina dan Korea Selatan ditutup pada Senin ini dikarenakan untuk hari libur Nasional. AFP...

Penjualan ritel AS melonjak pada Oktober setelah turun beruntun pertama dalam 5 tahun...
Thursday, 15 November 2018 20:42 WIB

Penjualan di pengecer AS melonjak pada Oktober setelah penurunan back-to-back pertama dalam lebih dari lima tahun, meskipun sebagian besar uang itu dihabiskan untuk gas, mobil dan truk baru. Penjuala...

Harga Produsen di AS Naik pada Oktober, Yang Terbesar Sejak 2012...
Friday, 9 November 2018 21:04 WIB

Harga produsen AS naik lebih dari perkiraan pada bulan Oktober, lompatan terbesar dalam enam tahun menyusul kenaikan luas dalam biaya untuk barang dan jasa, laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan...

LATEST NEWS
Saham HK mengakhiri minggu ini dengan catatan positif (Review)

Saham Hong Kong mengakhiri minggu dengan kenaikan pada hari Jumat karena investor melihat ke depan untuk pidato kunci di kemudian hari oleh bos Federal Reserve Jerome Powell berharap petunjuk tentang penurunan suku bunga lebih lanjut. Indeks Hang...

Saham Dow ditutup turun lebih dari 600 poin

Saham AS mengakhiri hari perdagangan denagn penurunan tajam setelah Presiden Trump meningkatkan retorika perang perdagangan pada Jumat, dengan cuitan-nya bahwa "dengan ini ia memerintahkan" perusahaan AS "untuk segera mulai mencari alternatif...

Minyak merosot 2,1% seiring meningkatnya perang dagang AS-China

Harga minyak turun pada hari Jumat setelah China merilis tarif pembalasan sekitar $75 miliar terhadap barang AS, ini menandai eskalasi lain dari sengketa perdagangan yang berlarut-larut antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut. Minyak mentah...

POPULAR NEWS
Emas catat penutupan terendah dalam hampir 2 pekan, imbal hasil obligasi naik
Friday, 23 August 2019 01:36 WIB

Emas berjangka turun pada Kamis ini, yang tertekan oleh penguatan dalam imbal hasil obligasi karena simposium bank sentral The Fed berlangsung di...

Emas melemah karena imbal hasil obligasi naik
Thursday, 22 August 2019 19:49 WIB

Emas berjangka menuju lebih rendah pada Kamis seiring imbal hasil obligasi naik, meredupkan beberapa kilau dari logam mulia, dengan simposium...

Emas turun, fokus tertuju ke Jackson Hole untuk petunjuk penurunan suku bunga
Thursday, 22 August 2019 15:39 WIB

Harga emas turun tipis pada hari Kamis, bertahan di sekitar level kunci $ 1.500, karena investor menunggu pidato ketua Federal Reserve di bank...

Saham HongKong berakhir dengan penurunan tajam (review)
Friday, 23 August 2019 03:07 WIB

Saham Hong Kong melemah pada hari Kamis seiring harapan untuk penurunan suku bunga AS dibayangi oleh kekhawatiran terkait ekonomi kota dan dampak...