Thursday, 24 January 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--

CPM Group Melihat Rata-Rata Emas di Dekat $ 1,300 / Oz Pada 2019
Monday, 17 December 2018 21:58 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

CPM Group melihat harga emas untuk naik tahun depan seiring Federal Reserve memperlambat laju kenaikan suku bunga AS, namun konsultan itu tidak mengharapkan logam kuning untuk lari lebih jauh ke atas karena ekonomi akan tetap kuat.

CPM Group melihat emas untuk bergerak ke level $ 1.300 per ons pada kuartal pertama dan rata-rata bergerak di $ 1.295 hingga $ 1.300 untuk 2019, kata Rohit Savant, direktur penelitian untuk konsultan, dalam wawancara dengan Kitco News.

Permintaan untuk emas akan kuat pada kuartal pertama karena faktor musiman, terikat pada pembelian di sekitar perayaan hari besar negara-negara konsumen utama emas, katanya. Lebih lanjut, the Fed kemungkinan akan mengindikasikan semacam perlambatan dalam laju kenaikan suku bunga di AS.

"Itu akan positif untuk logam mulia," kata Savant. "Tapi dengan semua yang dikatakan, saya tidak otomatis melihat logam mulia naik sangat tajam."

Perkiraan rata-rata emas perusahaan konsultan tersebut sedikit lebih tinggi 2% dibandingkan 2018, kata Savant.

Emas akan mendapat dorongan ke atas dalam beberapa cara jika pertumbuhan ekonomi AS dan pengetatan moneter melambat, Savant menjelaskan. Sebagai permulaan, akhir dari kenaikan suku bunga dapat membendung kenaikan dolar AS, yang membantu emas karena logam bergerak terbalik terhadap greenback.

"Jika suku bunga tidak akan naik sebanyak yang diharapkan, itu akan membebani dolar," katanya. œJika pertumbuhan AS melambat, itu akan membebani dolar. Kami tidak pasti mengatakan melihat dolar merosot sangat tajam, tetapi faktor-faktor ini menjadi angin sakal untuk dolar. 

Savant menyerukan "sedikit pelemahan pada dolar, tetapi tidak banyak." Untuk satu hal, dia menunjukkan, sejumlah negara lain masih menghadapi ketidakpastian politik atau pertumbuhan yang lebih lemah, yang akan menjaga mata uang mereka dari gain kuat pada greenback.

Pasar saham mungkin lebih sideways (bergerak ke samping) tahun depan, yang juga dapat mendukung permintaan emas dan perak, tambah Savant.

Jadi apa yang akan membatasi kenaikan?

"Kita masih memiliki ekonomi yang baik-baik saja secara global," kata Savant. Meski pertumbuhan ekonomi mungkin melambat, ekonomi akan tetap sehat secara keseluruhan, lanjutnya.

œItu akan menahan pembelian safe-haven. Kami memperkirakannya [emas] naik. Kami hanya tidak memperkirakan investor untuk ˜gila™ membeli emas tahun depan. 

Namun, lanjutnya, laju pembelian investor dapat meningkat pada 2020 dan 2021.

Sumber: Kitco

RELATED NEWS
Goldman Sachs: Emas Ke Atas Level $ 1.300 Dalam 3 Bulan Ke Depan, Naik 10% Pada 2019 ...
Monday, 14 January 2019 22:00 WIB

Emas akan terus bersinar sebagai aset safe-haven dengan harga terdorong ke atas $ 1.300 per ons dalam tiga bulan ke depan, menurut perusahaan investasi raksasa Goldman Sachs. Dalam sebuah catatan kep...

Prospek 2019: Outlook Paling Bullish Sejauh Ini...
Monday, 7 January 2019 11:30 WIB

Para bulls emas kembali. Setelah setahun melihat harga emas lebih lemah, investor dan analis sama-sama mengadopsi optimisme baru untuk tahun baru. Meskipun sentimen dalam seri Outlook 2019 kami telah ...

Emas Akan Naik 22% Pada 2019, Ungguli Semuanya...
Monday, 31 December 2018 22:40 WIB

2019 akan melihat awal siklus bull baru untuk emas dan mendorong logam hingga level $ 1.500 per ounce, kata E.B. Tucker, direktur Metalla Royalty & Streaming. œUntuk menghasilkan banyak uang di...

Wall St, Main St. Perkirakan Emas Terus Bersinar...
Monday, 10 December 2018 13:04 WIB

Wall Street dan Main Street keduanya melihat emas untuk membangun pergerakan minggu lalu untuk bergerak lebih tinggi selama minggu depan, berdasarkan survei emas Kitco News. Pengamat memperkirakan la...

Bisakah Emas Atasi Kutukan Desember?...
Tuesday, 4 December 2018 12:00 WIB

Seorang analis komoditas mengatakan dia sedang menunggu untuk melihat apakah pasar emas dapat mengalahkan kutukan Desember seiring pasar memulai bulan dengan catatan yang kuat, diperdagangkan tepat di...

LATEST NEWS
Rusia Perkenalkan Misil Baru

Militer Rusia, Rabu (23/1), memperkenalkan sebuah misil baru dan mengungkapkan spesifikasinya sebagai upaya untuk mengonter klaim AS bahwa senjata itu melanggar sebuah pakta senjata nuklir. Militer itu bersikeras menyatakan misil penjelajah...

Saham AS Rebound Seiring Penghasilan Perusahaan Yang Kuat; IBM Pimpin Gain Dow

Saham menguat pada hari Rabu, tetapi diperdagangkan dibawah tertinggi sesi mereka, setelah mendapatkan dorongan dari putaran laba optimis dari beberapa perusahaan kelas berat dan karena investor terus memantau perkembangan mengenai negosiasi...

Saham AS dibuka lebih tinggi, terangkat oleh laporan perusahaan

Saham AS dibuka dibuka lebih tinggi pada hari Rabu, merengkuh kembali sebagian dari penurunan hari sebelumnya, seiring investor menyambut laporan laba yang positif hasil perusahaan kuartal keempat. S&P 500 naik 0,5% ke level 2.645,39, Nasdaq...

POPULAR NEWS
Emas turun terkait penguatan dolar serta risk appetite
Tuesday, 22 January 2019 05:11 WIB

Emas tergelincir ke level terendah dalam hampir sebulan pada hari Senin karena penguatan dolar dan selera risiko (risk appetite) yang lebih besar...

Harga Emas Tergelincir ke Level Rendah 2019
Monday, 21 January 2019 20:07 WIB

Harga emas turun pada hari Senin, jatuh ke level terendah tahun ini seiring selera risiko investor bertahan meskipun data terbaru menunjukkan...

Emas berakhir sedikit lebih tinggi terkait meningkatnya ketegangan dagang AS-China
Wednesday, 23 January 2019 02:57 WIB

Emas berjangka berubah lebih tinggi pada penyelesaian Selasa dengan meningkatnya ketegangan menyusul laporan bahwa AS membatalkan pertemuan dengan...

Harga Emas Menjauh dari Level Rendah 3-Minggu Terkait Pertumbuhan Global
Tuesday, 22 January 2019 20:28 WIB

Harga emas memantul dari level terendah dalam sekitar tiga minggu pada hari Selasa, seiring kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global...