Tuesday, 13 November 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--

Emas Kehilangan Sinarnya seiring Harga Turun ke 'Sweet Spot' $ 1200
Monday, 3 September 2018 20:38 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Emas kehilangan sinarnya untuk investor seiring harga telah jatuh ke posisi terendah 20-bulan menyusul depresiasi mata uang pasar berkembang.

Harga turun 3% dalam beberapa pekan terakhir - membuat harga bergerak ke level $ 1.200 per ounce.

Angka itu adalah ˜sweet spot™ bagi produsen emas seiring margin keuntungan terkikis oleh biaya produksi.

Industri menganggap penurunan ke bawah $ 1.200 per ons sebagai pemicu yang memperlambat produksi sehingga memukul keuntungan.

Harga jatuh seiring menguatnya dolar AS terhadap mata uang negara-negara berkembang yang lebih lemah.

Masalah di pasar berkembang

Masalahnya adalah penurunan yuan Cina dan lira Turki.

Kebijakan moneter di luar Amerika juga membuat masalah menjadi lebih buruk.

Bank-bank sentral di Eropa dan Jepang telah menunda kenaikan suku bunga untuk menciptakan perbedaan antara suku bunga global dan yang ditetapkan oleh Federal Reserve AS dan Bank of England.

"Kekuatan dolar telah menjadi salah satu penggerak terpenting kinerja emas tahun ini seiring retorika perdagangan dan sanksi yang menantang sejauh ini menguntungkan Amerika Serikat," kata badan perdagangan World Gold Council.

Produsen dan pedagang emas berharap harga akan rebound, meskipun tanda-tanda bahwa $ 1200 per ounce tampaknya akan menjadi titik yang mencuat untuk saat ini.

WGC mengutip pasar jual dan ketidakpastian ekonomi global sebagai penggerak yang dapat mendorong harga naik.

Kabar baiknya adalah emas masih mengambang di atas posisi terendah pasar, meskipun harga telah tenggelam, dan penurunannya adalah penurunan beruntun terburuk sejak 2013, setelah kehilangan 10% dari nilainya sejak April.

Reli terlihat masih jauh

Pemikirannya adalah dolar AS yang kuat dan pidato proteksionis dari Presiden AS Donald Trump meningkatkan ekonomi Amerika yang mana hal tersebut akan menyakiti emas.

Investor melihat dolar sebagai prospek yang lebih baik untuk mempertahankan nilai daripada logam mulia.

Tetapi bagi emas untuk rally, dolar harus melemah dan itu tidak terlihat seperti terjadi dalam waktu dekat.

Bahkan, yuan bisa turun lebih banyak dan menambah lebih banyak kekuatan terhadap dolar jika ancaman perang perdagangan terus berlanjut dan Trump mengenakan miliaran dolar tarif terhadap impor Cina.

Harga spot terbaru menempatkan emas tepat di atas ambang $ 1200 di level $ 1202 dengan pasar menahan nafas untuk perdagangan di minggu yang baru. (Sdm)

Sumber: iexpats

RELATED NEWS
Harga Emas Mungkin Jatuh Lebih Jauh Seiring Berlanjutnya Pemulihan Dolar AS ...
Monday, 12 November 2018 16:36 WIB

Harga emas turun bahkan meski imbal hasil obligasi mengikuti pergerakan lebih rendah saham dan jalur kenaikan suku bunga acuan yang tersirat dalam berjangka Fed Funds mendatar pada hari Jumat. Dolar A...

Emas Menanti Pemilu...
Monday, 5 November 2018 22:29 WIB

Emas telah melambung dalam kisaran $ 20 sejak akhir Oktober. Mendiskontokan penurunan pada 31 Oktober, yang kami yakini adalah penjualan dana untuk meraih beberapa keuntungan bagi target client-statem...

Wall St dan Main St. Lihat Reli Emas Berlanjut...
Monday, 29 October 2018 11:30 WIB

Wall Street dan Main Street melihat emas mempertahankan momentum kenaikan minggu ini berdasarkan survei emas Kitco News. Delapan belas profesional pasar mengambil bagian dalam survei Wall Street. Dua...

MKS: Level Support Emas Di Sekitar $ 1.210- $ 1.220 Akan Batasi Penurunan...
Tuesday, 23 October 2018 06:15 WIB

Spot emas tetap di atas support grafik yang dimulai di sekitar $ 1.220 per ounce, kata MKS (Swiss) SA "Kekhawatiran perdagangan antara AS dan China tetap tinggi dan ketegangan AS-Saudi yang sedang ber...

Reli Emas Bergulir...
Tuesday, 16 October 2018 04:14 WIB

Pada hari Jumat kami mengajukan pertanyaan - bisakah rally emas berlanjut? Pasar telah berbicara dengan kata ya. Emas diperdagangkan di level setinggi $ 1,237 pagi ini. Tingkat kunci berikutnya untuk...

LATEST NEWS
Dolar AS melonjak seiring Euro, Sterling Menghadapi Tekanan Politik

Dolar tetap mendekati level tertinggi 16-bulan pada hari Senin, karena kekhawatiran atas Brexit dan isu-isu politik di Italia membebani pound dan euro. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekumpulan enam mata uang utama,...

Indeks Dow turun 450 poin, Saham Apple pimpin sektor teknologi lebih rendah

  Saham AS jatuh pada hari Senin karena penurunan saham Apple, dolar yang kuat dan kekhawatiran yang berkepanjangan mengenai perdagangan global mengimbangi berita positif terkait kesepakatan. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 452...

Saham Eropa ditutup melemah terkait aksi jual saham teknologi; harga minyak naik

Ekuitas Eropa ditutup lebih rendah pada hari Senin terkait aksi jual pada saham teknologi dan harga minyak yang lebih tinggi. Indeks Pan-Eropa Stoxx 600 berakhir sementara lebih rendah sebesar 1,00% dengan hampir setiap sektor di zona merah....

POPULAR NEWS
Harga Emas Berakhir di Terendahnya dalam Sebulan, Turun 2% Untuk Pekan ini
Saturday, 10 November 2018 02:17 WIB

Harga emas jatuh pada Jumat untuk menetap di titik terendahnya dalam sebulan, turun 2% untuk minggu ini. Kekuatan keseluruhan dalam dolar minggu...

Dow Mencatat Penurunan Tiga Digit Di Tengah Merosotnya Harga Minyak
Saturday, 10 November 2018 04:18 WIB

Saham AS berakhir lebih rendah pada hari Jumat untuk mengakhiri pekan yang solid pada catatan negatif, karena penurunan harga minyak dan melemahnya...

Saham Hong Kong mengakhiri pekan dengan penurunan tajam (Review)
Saturday, 10 November 2018 04:32 WIB

Saham Hong Kong dan Shanghai merosot pada Jumat ini, yang mengakhiri pekan dengan penurunan setelah Federal Reserve mengindikasikan akan melanjutkan...

Minyak AS Menetap di Level Terendahnya Sejak Maret, Kerugian Hampir 5% Untuk Minggu Ini
Saturday, 10 November 2018 03:27 WIB

Minyak berjangka AS turun pada hari Jumat untuk menetap di level terendahnya sejak awal Maret lalu, turun hampir 5% untuk minggu ini. Meningkatnya...