Saturday, 19 January 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--

Emas Kehilangan Sinarnya seiring Harga Turun ke 'Sweet Spot' $ 1200
Monday, 3 September 2018 20:38 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Emas kehilangan sinarnya untuk investor seiring harga telah jatuh ke posisi terendah 20-bulan menyusul depresiasi mata uang pasar berkembang.

Harga turun 3% dalam beberapa pekan terakhir - membuat harga bergerak ke level $ 1.200 per ounce.

Angka itu adalah ˜sweet spot™ bagi produsen emas seiring margin keuntungan terkikis oleh biaya produksi.

Industri menganggap penurunan ke bawah $ 1.200 per ons sebagai pemicu yang memperlambat produksi sehingga memukul keuntungan.

Harga jatuh seiring menguatnya dolar AS terhadap mata uang negara-negara berkembang yang lebih lemah.

Masalah di pasar berkembang

Masalahnya adalah penurunan yuan Cina dan lira Turki.

Kebijakan moneter di luar Amerika juga membuat masalah menjadi lebih buruk.

Bank-bank sentral di Eropa dan Jepang telah menunda kenaikan suku bunga untuk menciptakan perbedaan antara suku bunga global dan yang ditetapkan oleh Federal Reserve AS dan Bank of England.

"Kekuatan dolar telah menjadi salah satu penggerak terpenting kinerja emas tahun ini seiring retorika perdagangan dan sanksi yang menantang sejauh ini menguntungkan Amerika Serikat," kata badan perdagangan World Gold Council.

Produsen dan pedagang emas berharap harga akan rebound, meskipun tanda-tanda bahwa $ 1200 per ounce tampaknya akan menjadi titik yang mencuat untuk saat ini.

WGC mengutip pasar jual dan ketidakpastian ekonomi global sebagai penggerak yang dapat mendorong harga naik.

Kabar baiknya adalah emas masih mengambang di atas posisi terendah pasar, meskipun harga telah tenggelam, dan penurunannya adalah penurunan beruntun terburuk sejak 2013, setelah kehilangan 10% dari nilainya sejak April.

Reli terlihat masih jauh

Pemikirannya adalah dolar AS yang kuat dan pidato proteksionis dari Presiden AS Donald Trump meningkatkan ekonomi Amerika yang mana hal tersebut akan menyakiti emas.

Investor melihat dolar sebagai prospek yang lebih baik untuk mempertahankan nilai daripada logam mulia.

Tetapi bagi emas untuk rally, dolar harus melemah dan itu tidak terlihat seperti terjadi dalam waktu dekat.

Bahkan, yuan bisa turun lebih banyak dan menambah lebih banyak kekuatan terhadap dolar jika ancaman perang perdagangan terus berlanjut dan Trump mengenakan miliaran dolar tarif terhadap impor Cina.

Harga spot terbaru menempatkan emas tepat di atas ambang $ 1200 di level $ 1202 dengan pasar menahan nafas untuk perdagangan di minggu yang baru. (Sdm)

Sumber: iexpats

RELATED NEWS
Goldman Sachs: Emas Ke Atas Level $ 1.300 Dalam 3 Bulan Ke Depan, Naik 10% Pada 2019 ...
Monday, 14 January 2019 22:00 WIB

Emas akan terus bersinar sebagai aset safe-haven dengan harga terdorong ke atas $ 1.300 per ons dalam tiga bulan ke depan, menurut perusahaan investasi raksasa Goldman Sachs. Dalam sebuah catatan kep...

Prospek 2019: Outlook Paling Bullish Sejauh Ini...
Monday, 7 January 2019 11:30 WIB

Para bulls emas kembali. Setelah setahun melihat harga emas lebih lemah, investor dan analis sama-sama mengadopsi optimisme baru untuk tahun baru. Meskipun sentimen dalam seri Outlook 2019 kami telah ...

Emas Akan Naik 22% Pada 2019, Ungguli Semuanya...
Monday, 31 December 2018 22:40 WIB

2019 akan melihat awal siklus bull baru untuk emas dan mendorong logam hingga level $ 1.500 per ounce, kata E.B. Tucker, direktur Metalla Royalty & Streaming. œUntuk menghasilkan banyak uang di...

CPM Group Melihat Rata-Rata Emas di Dekat $ 1,300 / Oz Pada 2019...
Monday, 17 December 2018 21:58 WIB

CPM Group melihat harga emas untuk naik tahun depan seiring Federal Reserve memperlambat laju kenaikan suku bunga AS, namun konsultan itu tidak mengharapkan logam kuning untuk lari lebih jauh ke atas ...

Wall St, Main St. Perkirakan Emas Terus Bersinar...
Monday, 10 December 2018 13:04 WIB

Wall Street dan Main Street keduanya melihat emas untuk membangun pergerakan minggu lalu untuk bergerak lebih tinggi selama minggu depan, berdasarkan survei emas Kitco News. Pengamat memperkirakan la...

LATEST NEWS
Saham Hong Kong, Shanghai Akhiri Pekan Dengan Gain (Review)

Saham-saham Hong Kong mengakhiri pekan yang sehat dengan catatan positif pada hari Jumat karena para investor menyambut laporan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk menaikkan tarif China dalam upaya untuk menuntaskan kesepakatan perdagangan...

Dow Catatkan 300 Poin Kenaikan Karena Saham Bersamaan Raih Penguatan 4 Hari Beruntun

Saham AS mengakhiri pekan ini dengan penguatan pada hari Jumat, membukukan kenaikan untuk hari keempat berturut-turut, setelah laporan bahwa Washington dan Beijing sedang memperdebatkan konsesi untuk membantu mengamankan resolusi akhirnya untuk...

Harga Minyak AS Berakhir Lebih Tinggi, Mengangkat Gain Mingguan Menjadi Lebih dari 4%

Harga minyak berjangka naik pada hari Jumat, dengan harga minyak AS menghitung kenaikan mingguan lebih dari 4% karena optimisme seputar kemajuan menuju penyelesaian perselisihan perdagangan A.S. - China meredakan kekhawatiran tentang permintaan...

POPULAR NEWS
Emas Naik Karena Gejolak Brexit Melampaui Penurunan Ekuitas
Thursday, 17 January 2019 03:59 WIB

Emas berjangka naik untuk ketiga kalinya dalam empat sesi terakhir karena penurunan AS atas Brexit melampaui kenaikan pasar saham global. Logam ini...

Level $ 1.300 Sulit di Raih, Emas Turun Dari Tertingginya 2-Minggu
Friday, 18 January 2019 02:13 WIB

Emas berjangka melemah pada hari Kamis dari level tertingginya hampir dua minggu yang mereka selesaikan pada hari sebelumnya, karena garis...

Emas tergelincir dari level tertinggi 2 minggu
Thursday, 17 January 2019 20:23 WIB

Emas berjangka tergelincir dari level tertinggi dua minggu pada hari Kamis, seiring garis psikologis penting $ 1.300 tetap sulit disentuh pada sesi...

Emas tertahan ketika investor abaikan kekhawatiran geopolitik, saham menguat
Wednesday, 16 January 2019 21:17 WIB

Emas berjangka berjuang menentukan arah pada Rabu ini karena investor membiarkan gejolak seputar rencana AS untuk meninggalkan Uni Eropa serta...