Saturday, 26 May 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--

Investor Jangan Takut pada Yield Obligasi di tingkat 3%
Tuesday, 13 February 2018 05:10 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Pasar emas tidak perlu takut pada kenaikan yield obligasi, seiring ekspektasi inflasi membuat suku bunga riil tetap turun, menurut satu perusahaan investasi.

Dalam sebuah laporan, Senin, Maxwell Gold, direktur strategi investasi di ETF Securities mengatakan bahwa harga emas masih memiliki ruang untuk bergerak lebih tinggi bahkan meskipun yield pada catatan 10 tahun naik menjadi 3%. Komentar tersebut muncul menyusul meningkatnya yield obligasi 10 tahun ke posisi 2,86%, tingkat tertinggi dalam 4 tahun.

Meskipun yield meningkat, pasar emas memulai minggu ini dengan catatan positif, seiring harga memantul lebih jauh dari level terendah lima minggu terakhir. Emas berjangka April terakhir diperdagangkan di level $ 1,327 per ounce, naik 0,86% pada hari Senin.

Secara tradisional, yield obligasi yang lebih tinggi negatif untuk emas karena mereka menaikkan biaya kesempatan logam kuning tersebut.

"Penggerak sejati untuk emas adalah suku bunga riil, oleh karena itu meski yield AS saat ini mendekati tingkat 3%, investor emas tidak boleh panik," kata Gold. "Tekanan inflasi dan ekspektasi inflasi terus meningkat secara sepadan sehingga suku bunga riil tetap rendah dan jangkauannya terbatas."

Tidak hanya investor yang beralih ke emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi, namun Gold mengatakan bahwa daya tarik safe haven yellow metal juga tidak boleh diabaikan.

"Selain itu, kenaikan yield akan memicu volatilitas lebih lanjut di pasar ekuitas, emas dapat diuntungkan karena investor berduyun-duyun ke aset defensif dan aset lindung nilai risiko seperti logam kuning mengingat hubungan negatif historisnya dengan penarikan di pasar ekuitas yang terus-menerus," katanya.

Seiring dengan suku bunga riil yang rendah, ETF Securities mencatatkan bahwa dolar AS yang lebih lemah telah membantu mendorong harga emas di bulan pertama tahun ini. Perusahaan mencatat bahwa harga emas naik 3,32% pada Januari sementara dolar AS turun 3,25% bulan lalu.

Namun, kebangkitan dolar AS telah membuat kenaikan emas baru-baru ini terbatasi seiring level support yang diuji berada di atas tingkat psikologis kritis di level $ 1.300 per ounce. (Sdm)

Sumber: Kitco News      

RELATED NEWS
Ketiga Penggerak Ini Akan Dukung Emas Dalam Jangka Pendek - ING...
Tuesday, 22 May 2018 05:01 WIB

Bahkan meski emas terus diperdagangkan di bawah level $ 1.300, "kasus mendasar untuk memegang" logam kuning tetap utuh, kata bank Belanda ING, mencatatkan tiga penggerak utama yang akan memberikan duk...

Wall St. dan Main St. Bullish untuk Harga Emas...
Monday, 14 May 2018 16:17 WIB

Wall Street dan Main Street keduanya sangat bullish pada arah jangka pendek harga emas, berdasarkan survei emas mingguan Kitco News. Para pedagang dan analis yang ambil bagian dalam jajak pendapat Wa...

Wall St. dan Main St. Melihat Pemulihan Harga Emas untuk Pekan Ini...
Monday, 7 May 2018 07:57 WIB

Wall Street dan Main Street keduanya melihat emas untuk melanjutkan pemulihan pekan ini, berdasarkan survei mingguan untuk emas Kitco News. Comex Juni emas pekan lalu turun hingga level $ 1,302.30 pe...

WGC: Permintaan Emas Mencatat Awal Tahun Terlemah Sejak 2008 - Reuters...
Thursday, 3 May 2018 13:34 WIB

Dalam laporan kuartalan terbaru, World Gold Council (WGC) mengatakan bahwa permintaan emas membukukan awal terlemah untuk tahun ini dalam satu dekade, lapor Reuters. Rincian utama: œPermintaan ema...

Saxo Bank: Harga Emas Perlu Bertahan di $ 1.280 Karena Dolar AS Bergerak Lebih Tinggi ...
Wednesday, 2 May 2018 15:28 WIB

Pasar emas, yang diperdagangkan pada level terendah empat bulan sepenuhnya bergantung pada dolar AS, yang memperlihatkan lonjakan momentum, terdorong ke tertinggi empat bulan, menurut salah satu anali...

LATEST NEWS
Saham Hong Kong Akhiri Pekan ini dengan Kerugian (Review)

Saham-saham Hong Kong mengakhiri pekan ini dengan kerugian terkait kekhawatiran perdagangan China-AS dengan pedagang juga mengkhawatirkan keputusan Donald Trump untuk membatalkan pertemuan puncaknya dengan Kim Jong Un Korea Utara. Indeks Hang Seng...

Kecelakaan Kapal di DRC, 50 orang Tewas

Seorang pejabat pemerintah Republik Demokratik Kongo (DRC) mengatakan 50 orang tewas dalam kecelakaan kapal di kawasan utara yang terpencil di negara itu. Richard Mboyo Iluke, wakil Gubernur provinsi Tshuapa, menyampaikan kepada AFP bahwa 49 orang...

Mayoritas Saham AS ditutup lebih rendah tetapi membukukan gain mingguan

Mayoritas saham AS ditutup lebih rendah pada hari Jumat, terbebani oleh aksi jual saham energi. Sektor energi S & P 500 merosot 2,6%, menyeret indeks yang lebih luas. Namun ketiga Indeks utama membukukan gain mingguan. Indeks Dow Jones...

POPULAR NEWS
Emas ditutup lebih rendah, kemudian naik pasca pertemuan Fed
Thursday, 24 May 2018 01:15 WIB

Harga emas berakhir lebih rendah pada hari Rabu, tertekan oleh penguatan dolar karena para investor mempertimbangkan kekhawatiran mengenai negosiasi...

Emas menetap di atas level $ 1,300 terkait pembatalan pertemuan AS-Korut
Friday, 25 May 2018 01:02 WIB

Emas rally hari Kamis, menetap di atas level kunci $ 1.300-an-ons untuk pertama kalinya dalam lebih dari seminggu, seiring pasar saham AS, dolar dan...

EIA Melaporkan Kenaikan Mingguan Hampir 6 Juta barel Dalam Stok Minyak Mentah AS
Wednesday, 23 May 2018 21:58 WIB

Administrasi Informasi Energi AS melaporkan pada Rabu ini bahwa persediaan minyak mentah naik 5,8 juta barel untuk pekan yang berakhir 18 Mei....

Minyak acuan AS turun seiring lonjakan mengejutkan stok minyak domestik
Thursday, 24 May 2018 03:06 WIB

Minyak mentah berjangka AS jatuh pada hari Rabu, tertekan oleh lompatan yang mengejutkan dalam stok mingguan minyak AS. Spekulasi bahwa Organisasi...