Monday, 22 January 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--

BMO lihat harga emas rata-rata di level $ 1.280 / ons pada tahun 2018
Wednesday, 20 December 2017 05:00 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Harga emas akan berada di level rata-rata $ 1.280 per ounce pada tahun 2018, dengan minat beli, seiring inflasi yang masih dibawah target dan kebijakan moneter yang longgar di seluruh dunia, diimbangi oleh dolar AS yang kuat, kata BMO Capital Markets dalam sebuah laporan Senin malam.

"Siklus kenaikan suku bunga yang lambat dan stabil yang diusulkan oleh Federal Reserve dan permintaan investor yang lemah diperkirakan akan menjaga harga tetap terkoreksi dan membatasi potensi kenaikan yang signifikan," kata bank tersebut.

Analis menggambarkan logam tersebut bergerak "sangat stabil" selama dua tahun terakhir, dibandingkan dengan kompleks komoditas yang lebih luas, dengan mengatakan bahwa harga emas berada dalam range-bound (tidak bergerak ke luar jangkauan tertentu -red) selama normalisasi kebijakan moneter dan seiring berkurangnya risiko geopolitik berarti lebih sedikit minat terhadap safe haven. Hal ini diimbangi dengan tekanan inflasi, yang berarti beberapa pelaku pasar ingin meningkatkan alokasi mereka ke emas sebagai lindung nilai.

"Kami melihat kenaikan yang berasal dari kebijakan moneter yang masih longgar dan kekhawatiran baru akan inflasi, namun melihat potensi tekanan dari kenaikan dolar AS," kata BMO.

Data makroekonomi menunjukkan ekonomi AS yang kuat, dengan pasar tenaga kerja mendekati tingkat pekerjaan penuh, kata BMO. Inflasi AS diperkirakan akan perlahan bergerak menuju target jangka panjang 2%, lanjut BMO. Pasar mengantisipasi setidaknya dua kenaikan suku bunga Federal Reserve lagi di tahun 2018 setelah kenaikan 25 basis poin pada bulan Desember.

"Dengan prospek ini, yang sudah diperhitungkan untuk level harga saat ini, kami tidak mengharapkan penyimpangan signifikan dari prospek range-bound dalam waktu dekat kecuali Fed AS secara drastis beralih dari kerangka kebijakan saat ini," kata BMO.

Pedagang akan mengamati dengan saksama sinyal kebijakan moneter dari Pimpinan baru Fed Jerome Powell, meskipun dia diharapkan untuk mempertahankan jalur yang ditetapkan oleh pimpinan saat ini Janet Yellen, kata BMO.

Sementara itu, emas akan mendapat dorongan ke atas dari "alokasi berlebihan" investor di pasar negara-negara berkembang yang kekurangan pilihan lain, kata BMO.

Prospek emas di level $ 1.280 per ons pada tahun 2018 dari bank ini adalah revisi ke bawah sebesar 1,5% dari perkiraan sebelumnya. Analis kemudian melihat emas berada di level $1.250 per ons pada 2019. (sdm)

Sumber: Kitco News

RELATED NEWS
Emas Bisa Menguji ''Target Tertinggi para Bulls'' Pekan Ini - MKS...
Tuesday, 16 January 2018 05:25 WIB

Seiring harga emas terus membuat jalan ke level yang lebih tinggi minggu ini, logam kuning ini bisa menguji "target tertinggi para bulls," yang saat ini ditetapkan di level $ 1,357 “ level tinggi bu...

Emas Bersiap Membuat Pergerakan Besar ...
Monday, 8 January 2018 21:49 WIB

Emas telah menjalani reli besar hampir $ 90 selama 19 hari perdagangan terakhir. Apa yang tampak seperti breakdown (penembusan ke level tertentu “pen) berubah menjadi kesempatan membeli yang hebat. ...

Gero dari RBC Melihat Emas Sentuh Level $ 1.400 Pada Akhir 2018...
Tuesday, 2 January 2018 11:39 WIB

Emas akan mendapatkan kenaikan yang stabil pada tahun 2018 seiring inflasi yang meningkat dan persaingan dari pasar ekuitas melambat, menurut George Gero, managing director di RBC Wealth Management. ...

Harga Emas Diprediksi Bergerak Lebih Tinggi dalam Minggu Liburan yang Tenang...
Monday, 25 December 2017 19:11 WIB

Dolar AS berjuang untuk menemukan momentum dan detik-detik terakhir pajak penjualan di pasar ekuitas yang memecahkan rekor dapat membantu memberikan dorongan ke atas untuk emas minggu ini dalam perdag...

TD Securities: Jika Fed Sinyalkan Inflasi yang Lemah, Emas Bisa Bergerak Kembali ke $ 1.300...
Tuesday, 12 December 2017 18:10 WIB

Setelah sesi perdagangan yang mengecewakan, satu bank melihat emas bisa mengakhiri pekan ini dengan catatan positif, dengan harga mungkin bergerak naik ke level $ 1.300 per ounce jika Federal Reserve ...

LATEST NEWS
Indeks Hang Seng Hong Kong Berakhir di Rekor Terbaru, Naik 6 Minggu Beruntun (Review)

Indeks Hang Seng Hong Kong berakhir pada level tertingginya terbaru, naik untuk pekan keenam berturut-turut, dipimpin oleh saham properti, karena uang dari China daratan masuk ke kota. HSCE, sebuah perusahaan yang melacak indeks, mencatat kenaikan...

Apple akan Bangun Kampus ke-2, Pekerjakan 20.000 Orang

Apple berencana membangun kampus perusahaan kedua dan mempekerjakan 20.000 orang dalam lima tahun, sebagai bagian dari komitmen senilai 350 juta dolar, terhadap perekonomian Amerika Serikat. Komitmen yang diumumkan Rabu adalah dampak dari...

Dolar AS bukukan penurunan mingguan kelima beruntun

Dolar AS memangkas penurunan sebelumnya pada hari Jumat, namun mencatatkan penurunan mingguan kelima, menyusul kekhawatiran investor mengenai kemungkinan penghentian sementara pemerintahan. ICE U.S. Dollar Index yang mengukur dolar terhadap...

POPULAR NEWS
Emas rasakan penurunan satu hari terbesar dalam lebih dari sebulan
Friday, 19 January 2018 03:57 WIB

Harga emas turun lebih rendah pada hari Kamis, menderita penurunan satu hari terbesar dalam lebih dari sebulan. Para pedagang khawatir menyusul...

Reli Minyak Terhenti Terkait Tekanan Teknis Seiring Kenaikan Produksi AS
Friday, 19 January 2018 12:30 WIB

Minyak berjangka jatuh sebanyak 1,7 persen di New York dan bersiap untuk penurunan mingguan pertama sejak pertengahan Desember pasca adanya tekanan...

Emas Menuju Penurunan Mingguan Seiring Naiknya Imbal Hasil Obligasi
Friday, 19 January 2018 09:31 WIB

Emas menuju penurunan mingguan pertama sejak awal Desember karena kenaikan imbal hasil obligasi acuan, melawan kekhawatiran kemungkinan government...

Emas Naik 0,2% Tapi Tetap Menuju Penurunan Mingguan Pertama Sejak Desember
Friday, 19 January 2018 12:40 WIB

Emas menuju penurunan mingguan pertama sejak awal Desember karena kenaikan imbal hasil obligasi acuan, melawan kekhawatiran kemungkinan government...