Monday, 21 January 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--

BMO lihat harga emas rata-rata di level $ 1.280 / ons pada tahun 2018
Wednesday, 20 December 2017 05:00 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Harga emas akan berada di level rata-rata $ 1.280 per ounce pada tahun 2018, dengan minat beli, seiring inflasi yang masih dibawah target dan kebijakan moneter yang longgar di seluruh dunia, diimbangi oleh dolar AS yang kuat, kata BMO Capital Markets dalam sebuah laporan Senin malam.

"Siklus kenaikan suku bunga yang lambat dan stabil yang diusulkan oleh Federal Reserve dan permintaan investor yang lemah diperkirakan akan menjaga harga tetap terkoreksi dan membatasi potensi kenaikan yang signifikan," kata bank tersebut.

Analis menggambarkan logam tersebut bergerak "sangat stabil" selama dua tahun terakhir, dibandingkan dengan kompleks komoditas yang lebih luas, dengan mengatakan bahwa harga emas berada dalam range-bound (tidak bergerak ke luar jangkauan tertentu -red) selama normalisasi kebijakan moneter dan seiring berkurangnya risiko geopolitik berarti lebih sedikit minat terhadap safe haven. Hal ini diimbangi dengan tekanan inflasi, yang berarti beberapa pelaku pasar ingin meningkatkan alokasi mereka ke emas sebagai lindung nilai.

"Kami melihat kenaikan yang berasal dari kebijakan moneter yang masih longgar dan kekhawatiran baru akan inflasi, namun melihat potensi tekanan dari kenaikan dolar AS," kata BMO.

Data makroekonomi menunjukkan ekonomi AS yang kuat, dengan pasar tenaga kerja mendekati tingkat pekerjaan penuh, kata BMO. Inflasi AS diperkirakan akan perlahan bergerak menuju target jangka panjang 2%, lanjut BMO. Pasar mengantisipasi setidaknya dua kenaikan suku bunga Federal Reserve lagi di tahun 2018 setelah kenaikan 25 basis poin pada bulan Desember.

"Dengan prospek ini, yang sudah diperhitungkan untuk level harga saat ini, kami tidak mengharapkan penyimpangan signifikan dari prospek range-bound dalam waktu dekat kecuali Fed AS secara drastis beralih dari kerangka kebijakan saat ini," kata BMO.

Pedagang akan mengamati dengan saksama sinyal kebijakan moneter dari Pimpinan baru Fed Jerome Powell, meskipun dia diharapkan untuk mempertahankan jalur yang ditetapkan oleh pimpinan saat ini Janet Yellen, kata BMO.

Sementara itu, emas akan mendapat dorongan ke atas dari "alokasi berlebihan" investor di pasar negara-negara berkembang yang kekurangan pilihan lain, kata BMO.

Prospek emas di level $ 1.280 per ons pada tahun 2018 dari bank ini adalah revisi ke bawah sebesar 1,5% dari perkiraan sebelumnya. Analis kemudian melihat emas berada di level $1.250 per ons pada 2019. (sdm)

Sumber: Kitco News

RELATED NEWS
Goldman Sachs: Emas Ke Atas Level $ 1.300 Dalam 3 Bulan Ke Depan, Naik 10% Pada 2019 ...
Monday, 14 January 2019 22:00 WIB

Emas akan terus bersinar sebagai aset safe-haven dengan harga terdorong ke atas $ 1.300 per ons dalam tiga bulan ke depan, menurut perusahaan investasi raksasa Goldman Sachs. Dalam sebuah catatan kep...

Prospek 2019: Outlook Paling Bullish Sejauh Ini...
Monday, 7 January 2019 11:30 WIB

Para bulls emas kembali. Setelah setahun melihat harga emas lebih lemah, investor dan analis sama-sama mengadopsi optimisme baru untuk tahun baru. Meskipun sentimen dalam seri Outlook 2019 kami telah ...

Emas Akan Naik 22% Pada 2019, Ungguli Semuanya...
Monday, 31 December 2018 22:40 WIB

2019 akan melihat awal siklus bull baru untuk emas dan mendorong logam hingga level $ 1.500 per ounce, kata E.B. Tucker, direktur Metalla Royalty & Streaming. œUntuk menghasilkan banyak uang di...

CPM Group Melihat Rata-Rata Emas di Dekat $ 1,300 / Oz Pada 2019...
Monday, 17 December 2018 21:58 WIB

CPM Group melihat harga emas untuk naik tahun depan seiring Federal Reserve memperlambat laju kenaikan suku bunga AS, namun konsultan itu tidak mengharapkan logam kuning untuk lari lebih jauh ke atas ...

Wall St, Main St. Perkirakan Emas Terus Bersinar...
Monday, 10 December 2018 13:04 WIB

Wall Street dan Main Street keduanya melihat emas untuk membangun pergerakan minggu lalu untuk bergerak lebih tinggi selama minggu depan, berdasarkan survei emas Kitco News. Pengamat memperkirakan la...

LATEST NEWS
Saham Hong Kong, Shanghai Akhiri Pekan Dengan Gain (Review)

Saham-saham Hong Kong mengakhiri pekan yang sehat dengan catatan positif pada hari Jumat karena para investor menyambut laporan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk menaikkan tarif China dalam upaya untuk menuntaskan kesepakatan perdagangan...

Dow Catatkan 300 Poin Kenaikan Karena Saham Bersamaan Raih Penguatan 4 Hari Beruntun

Saham AS mengakhiri pekan ini dengan penguatan pada hari Jumat, membukukan kenaikan untuk hari keempat berturut-turut, setelah laporan bahwa Washington dan Beijing sedang memperdebatkan konsesi untuk membantu mengamankan resolusi akhirnya untuk...

Harga Minyak AS Berakhir Lebih Tinggi, Mengangkat Gain Mingguan Menjadi Lebih dari 4%

Harga minyak berjangka naik pada hari Jumat, dengan harga minyak AS menghitung kenaikan mingguan lebih dari 4% karena optimisme seputar kemajuan menuju penyelesaian perselisihan perdagangan A.S. - China meredakan kekhawatiran tentang permintaan...

POPULAR NEWS
Level $ 1.300 Sulit di Raih, Emas Turun Dari Tertingginya 2-Minggu
Friday, 18 January 2019 02:13 WIB

Emas berjangka melemah pada hari Kamis dari level tertingginya hampir dua minggu yang mereka selesaikan pada hari sebelumnya, karena garis...

Emas Menahan Penurunan seiring Investor Menimbang Perkembangan Perdagangan
Friday, 18 January 2019 14:13 WIB

Emas menahan penurunan di tengah optimisme untuk kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China yang mendorong ekuitas di Asia pada Jumat dan imbal...

Emas Berjangka Derita Penurunan Mingguan Pertama Sejak Pertengahan Desember
Saturday, 19 January 2019 02:09 WIB

Emas berjangka jatuh pada hari Jumat, menderita penurunan mingguan pertama mereka sejak pertengahan Desember karena optimisme seputar sengketa...

Saham Hong Kong, Shanghai akhiri pekan dengan gain
Friday, 18 January 2019 15:49 WIB

Saham-saham Hong Kong mengakhiri pekan yang sehat dengan catatan positif pada hari Jumat karena para investor menyambut laporan bahwa AS sedang...