Friday, 23 February 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--

Analis: Harga emas sentuh $ 1.300? Tergantung pada Senat AS
Tuesday, 28 November 2017 14:59 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Semua mata tertuju pada Capitol Hill minggu ini untuk pemungutan suara reformasi pajak di Senat AS. Menurut salah satu analis, lanskap politik bisa menentukan apakah emas akan melaju ke atas level $ 1.300 per ounce.

Dalam sebuah catatan penelitian Senin, Jonathan Butler, analis logam mulia di Mitsubishi, mengatakan ketidakpastian politik AS mewakili potensi terbesar pasar emas, dengan fokus pada pemungutan suara untuk reformasi pajak minggu ini dan plafon hutang minggu depan.

"Prospek untuk emas dan logam mulia adalah bahwa berita makroekonomi dapat memberikan headwinds jangka pendek, namun gambaran jangka panjang umumnya didukung dengan potensi kenaikan substansial dalam beberapa minggu mendatang jika pemerintah AS gagal menyetujui reformasi pajak ataupun plafon hutang, "katanya.

Komentar Butler datang seiring harga emas tetap berada dalam jarak sentuh $ 1.300 per ounce. Emas berjangka Desember diperdagangkan terakhir di level $ 1,294.10 per ounce, naik 0,53% pada Senin siang. Emas mendapat keuntungan dari penurunan dolar AS, yang diperdagangkan mendekati level terendah dua bulan, serta kurva yield yang datar, dengan spread antara obligasi 2 tahun dan 10 tahun turun menjadi 57 basis poin, ysang merupakan level terendah baru multi-tahun.

Ketidakpastian atas pemungutan suara sangat tinggi, dengan banyak orang mengharapkan untuk melihat pertempuran yang sengit seiring Partai Republik hanya memiliki mayoritas ramping di Senat. Partai Republik hanya bisa kehilangan dua suara dari partai mereka sendiri atas undang-undang tersebut.

Mengeruhkan situasi politik minggu ini yakni Kantor Anggaran Kongres, yang hari Minggu kembali menegaskan temuannya bahwa undang-undang yang diusulkan tersebut akan menaikkan hutang nasional sebesar $ 1,4 triliun dolar; Namun, kantor bipartisan tersebut tidak memberikan angka pasti.

"Kegagalan dalam menyetujui reformasi pajak atau plafon utang bisa merusak aset berisiko, dan terutama untuk dolar AS sementara hal itu mendukung emas sebagai lindung nilai risiko," kata Butler. "Jika berhasil, kita akan bisa melihat kembalinya perdagangan ˜Trumpflation™ - memberikan dorongan pada ekuitas dan merusak emas." (sdm)

Sumber: Kitco News

RELATED NEWS
Reli Emas Tertahan, Pemberhentian Selanjutnya adalah Level $1300...
Tuesday, 20 February 2018 05:26 WIB

Pasar ekuitas tutup hari ini; Namun, pasar berjangka tetap dibuka. Ekuitas berjangka bergerak lebih tinggi, yang mana akan membuat indeks berjangka menghijau untuk hari ketujuh berturut-turut. Baru ti...

Investor Jangan Takut pada Yield Obligasi di tingkat 3%...
Tuesday, 13 February 2018 05:10 WIB

Pasar emas tidak perlu takut pada kenaikan yield obligasi, seiring ekspektasi inflasi membuat suku bunga riil tetap turun, menurut satu perusahaan investasi. Dalam sebuah laporan, Senin, Maxwell Gold...

BNP Paribas: Emas Akan Pertahankan Gain sampai Paruh Pertama 2018 ...
Monday, 5 February 2018 14:58 WIB

Emas akan mempertahankan kenaikan Januari-nya sampai paruh pertama 2018, menurut BNP Paribas, namun akan menghadapi tekanan ke bawah pada paruh kedua tahun ini seiring Federal Reserve mulai melanjutka...

Pasar Emas Mungkin Jalani Awal yang Tenang MInggu ini Jelang FOMC Dan Data Pekerjaan...
Monday, 29 January 2018 11:47 WIB

Meskipun harga emas berada menjauh level tertinggi 1,5 tahun yang terlihat di tengah pekan lalu, pasar masih berpegang pada kenaikan tersebut dan banyak analis mengatakan bahwa mereka masih melihat po...

Emas Bisa Menguji ''Target Tertinggi para Bulls'' Pekan Ini - MKS...
Tuesday, 16 January 2018 05:25 WIB

Seiring harga emas terus membuat jalan ke level yang lebih tinggi minggu ini, logam kuning ini bisa menguji "target tertinggi para bulls," yang saat ini ditetapkan di level $ 1,357 “ level tinggi bu...

LATEST NEWS
EUR/GBP Bertahan Di Dekat Terendah Kemarin Karena Brexit dan ECB Membebani

EUR/GBP masih diperdagangkan di dekat level terendah Kamis di 0,8822 setelah merosot di perdagangan Tokyo dan kepercayaan Sterling melemah menuju sesi Eropa. Euro dan Sterling saling mengejar ke bawah saat pembelian Dolar kembali ke pasar untuk...

Saham Tokyo Catat Gain moderat

Saham Tokyo ditutup naik moderat pada hari Jumat ini, dengan sentimen investor didukung oleh rebound di Wall Street karena pasar kembali stabil. Indeks acuan Nikkei 225 naik 0,72% atau 156,34 poin menjadi ditutup pada level 21,892.78. Selama...

Ekuitas Asia Menguat Karena Saham Jepang Hentikan Penurunannya

Ekuitas Asia menguat saat saham Jepang menghentikan penurunan tiga hari beruntunnya dan saham Korea Selatan memimpin kenaikan tajam dalam sebulan setelah imbal hasil Treasury AS selama 10 tahun turun. Saham di Hong Kong rebound dari penurunan...

POPULAR NEWS
Emas Catatkan Penurunan Harian Terburuk Dalam Sekitar 1 1/2 Tahun
Wednesday, 21 February 2018 04:24 WIB

Harga emas turun tajam pada Selasa, membukukan penurunan harian paling tajam dalam satu tahun terakhir, dengan latar belakang kenaikan emas dan...

Harga emas menguat menyusul rilis laporan FOMC
Thursday, 22 February 2018 02:39 WIB

Harga emas naik dalam perdagangan elektronik hari Rabu setelah Federal Reserve merilis laporan dari pertemuan bulan Januari yang mengindikasikan...

Emas Mencatatkan Kenaikan Karena Melemahnya Dolar
Friday, 23 February 2018 04:13 WIB

Emas berjangka ditutup sedikit lebih tinggi pada hari Kamis karena melemahnya dolar AS dan sedikit penurunan dalam imbal hasil obligasi membantu...

Emas Tertekan Seiring Kenaikan Dolar & Imbal Hasil Jelang Risalah The Fed
Tuesday, 20 February 2018 16:57 WIB

Emas turun ke level terendahnya dalam hampir satu minggu terakhirkarena dolar rebound dari level terendahnya tiga tahun, dan imbal hasil Treasury...