Friday, 24 November 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--

Commonwealth Bank: 2018 Mungkin Menjadi Waktu yang Sempurna untuk Membeli Emas
Friday, 3 November 2017 21:50 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Tahun depan terlihat seperti waktu yang tepat untuk masuk ke pasar emas, kata seorang ahli strategi komoditas, yang memprediksikan harga akan bergerak lebih rendah pada akhir 2018.

"Emas masih memiliki beberapa ruang untuk menyesuaikan diri sebelum logam ini menjadi pembelian yang bagus. Saat ini, kita berada dalam posisi netral. Tapi, saya akan lebih nyaman membeli ketika emas turun ke setidaknya level $ 1.250 atau di bawahnya. Dan dimanapun level di sekitar $ 1.300 akan menjadi tingkat penjualan yang bagus untuk emas, "kata Vivek Dhar, ahli strategi komoditas di Commonwealth Bank of Australia (CBA), kepada Kitco News pada hari Jumat.

Dan level $ 1.250 ini mungkin tidak akan lama lagi datang, kata Dhar, menambahkan bahwa CBA melihat harga rata-rata emas di level $ 1.300 per ounce pada kuartal terakhir tahun ini dan kemudian turun ke level $ 1.250 pada akhir 2018.

"Kisaran $ 1.250 - $ 1.300 akan berlanjut di masa mendatang," katanya dalam sebuah wawancara telepon.

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat kita bersiap mengucapkan selamat tinggal pada 2017 adalah bagaimana pencalonan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell sebagai pimpinan bank sentral AS bisa berdampak pada emas.

"Kami percaya Powell adalah seorang sentris di FOMC dan diharapkan dapat mempertahankan pendekatan bertahap Fed terhadap normalisasi suku bunga," kata Dhar.

Pemicu kunci lainnya untuk emas yakni reformasi pajak Trump. "Jika reformasi itu berjalan, hal itu akan positif bagi dolar AS, dengan semua repatriasi tunai akan sesuai dengan hal tersebut," Dhar menjelaskan. "Dan dolar AS yang kuat akan menjadi negatif untuk emas."

Kejutan lain pada 2018 bisa datang dari ketegangan geopolitik, yang telah mereda belakangan ini.

"Kita telah melihat harga emas naik ke atas level $ 1.300 setelah perang kata-kata antara Presiden AS Donald Trump dan Korea Utara. Itu adalah risiko yang tidak dapat diprediksi pasar, "kata Dhar.

Risiko geopolitik dapat bekerja sebagai penggerak standard untuk emas, seperti halnya suku bunga riil AS, yang meningkatkan permintaan safe haven, namun pengaruhnya biasanya hanya bersifat sementara, tambah strategi komoditas ini.

"Eskalasi risiko dengan Korea Utara telah termoderasi sekarang atau pasar hanya akan menyesuaikannya," katanya. "Tren umum adalah ketika kita memiliki peristiwa yang berisiko, harganya akan naik dan kemudian berhenti. Inilah yang terjadi dengan Korea Utara, yang pertama-tama mempengaruhi harga, tapi saat percakapan terus berlanjut, pasar mengalihkan pandangan dari situ". (sdm)

Sumber: KitcoNews

RELATED NEWS
Saxo Bank: Inilah Peluang Terbaik Emas untuk Tembus $ 1.300 ...
Friday, 24 November 2017 02:42 WIB

Pedagang emas harus bersabar seiring pasar tetap terjebak dalam kisaran perdagangan yang sempit, menurut seorang analis komoditas yang melihat potensi pertumbuhan harga lebih tinggi menjelang akhir ta...

Harga Emas Masih Bisa Mengejutkan Dengan 'Akhir yang Kuat' di 2017...
Friday, 17 November 2017 03:30 WIB

Para bears emas berwaspada, harga bisa mengakhiri tahun dengan "akhir yang kuat" tahun ini, kata seorang analis. "Saya tetap konstruktif di GLD dalam waktu dekat, mengharapkan akhir yang kuat untuk t...

Apa yang Emas Lakukan di saat Trump Bercuit di Twitter?...
Thursday, 9 November 2017 22:04 WIB

Ketika Presiden Donald Trump bercuit di Twitter, pasar mendengarkan. Kami melihat ini di saat dia berkicau di Twitter untuk menyerang Nordstrom yang menghilangkan spot untuk lini busana putrinya. Sah...

Pierre Lasonde: Bull Market Emas 'Sesungguhnya' akan Datang...
Tuesday, 24 October 2017 10:58 WIB

Harga emas hanya akan bergerak ke atas, naik setinggi level $ 1.400 tahun depan, namun Bull Market "sebenarnya" tidak akan berjalan sampai terjadi kenaikan inflasi yang nyata, kata tokoh pertambangan ...

Metals Focus: Tahun 2018 akan Bersahabat untuk Emas...
Tuesday, 17 October 2017 05:34 WIB

Metals Focus melihat latar belakang yang menguntungkan untuk harga emas tahun depan. Setelah melemah banyak di bulan September, logam tersebut bergerak ke level yang lebih tinggi sepanjang Oktober...

LATEST NEWS
Emas Turun, Menuju Penurunan Mingguan, Bahkan Disaat Dolar Melemah

Emas melemah pada hari Jumat karena investor mengantongi beberapa keuntungan pre-Thanksgiving yang kuat dari logam kuning. Emas melepaskan diri dari hubungan terbaliknya dengan dolar, yang tetap rendah setelah sinyal The Fed untuk pendekatan...

Minyak Menguat Seiring Kesepakatan Pemangkasan Produksi OPEC & Rusia

Minyak naik ke level tertingginya yang baru dalam dua tahun karena OPEC dan Rusia dikatakan telah menciptakan garis besar kesepakatan untuk memperpanjang pemotongan produksi minyak mereka sampai akhir tahun depan. Minyak berjangka naik sebanyak...

Indeks Berjangka AS Menuju Gain Mingguan, Dengan Retailers Berfokus Pada Black Friday

Indeks saham berjangka AS bergerak lebih tinggi pada hari Jumat, dalam apa yang akan menjadi sesi singkat yang cenderung didominasi oleh retailer seperti Wal-Mart Stores Inc. saat belanja liburan Black Friday dimulai. Indeks berjangka S & P...

POPULAR NEWS
Emas berakhir naik, kemudian pertahankan gain pasca rilis laporan pertemuan Fed
Thursday, 23 November 2017 02:26 WIB

Emas menetap dengan penguatan tajam pada hari Rabu, mendapatkan dorongan dari pelemahan dolar AS, dengan ICE U.S. Dollar Index diperdagangkan berada...

Emas pulihkan beberapa penurunan dari hari sebelumnya
Wednesday, 22 November 2017 02:16 WIB

Harga emas naik pada hari Selasa untuk berakhir lebih dari sepertiga lebih tinggi dari apa yang mereka hilangkan sehari sebelumnya. Emas Desember...

Pasar Pertimbangkan Prospek Suku Bunga, Emas Hentikan Gain 2-Harinya
Thursday, 23 November 2017 17:09 WIB

Emas menghentikan gain 2-harinya karena para pedagang mengkaji risalah rapat Federal Reserve terakhir dan karena pasar AS tutup untuk liburan...

Trump, Putin Sepakat Dukung PBB dalam Proses Perdamaian Suriah
Wednesday, 22 November 2017 13:53 WIB

Presiden Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin, Selasa (21/11) sepakat mendukung upaya PBB untuk menyelesaikan secara damai perang saudara...