Friday, 24 November 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--

BAML Pertahankan Target $ 1.400-nya meski Emas Melemah pada Profit Taking
Tuesday, 12 September 2017 05:21 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Satu bank mempertahankan prospek emasnya di level $ 1.400 per ounce pada Senin, bahkan di saat harga melemah imbas profit taking, berpendapat bahwa logam mulia tersebut belum berada dalam wilayah overbought.

"Semua komoditas tambang telah rally hingga kuartal ketiga dan tidak terkecuali emas," kata Bank of America Merrill Lynch (BAML) dalam sebuah laporan penelitian. "Kami yakin logam kuning ini berada di jalur untuk mencapai target $ 1.400 / oz kami dalam beberapa bulan mendatang."

Harga emas menyentuh level tertinggi 12 bulan pada hari Jumat, namun sejak itu turun, dengan emas bulan Desember Comex terakhir terlihat di level $ 1,338.90, turun 0,91% pada hari ini.

BAML berkomentar bahwa potensi pelemahan lebih lanjut pada dolar AS mungkin akan menguatkan tren kenaikan baru-baru ini untuk emas.

"Posisi berjangka non-komersial telah terdorong lebih tinggi dan z-score menunjukkan bahwa emas tidak overbought. Mengingat model harga kami, yang memperkirakan nilai wajar quotations emas pada tingkat bunga AS, USD [dolar AS], volatilitas dan harga minyak, kami mencatat bahwa dukungan untuk logam kuning telah meningkat, "kata laporan tersebut.

Secara khusus, pergerakan dolar AS cenderung mendukung emas, menurut BAML. Logam cenderung bergerak terbalik dengan mata uang AS.

"Suku bunga riil AS telah turun akhir-akhir ini, yang mana dengan sendirinya menjadi bullish untuk emas. Selain itu, hal ini disertai dengan pergerakan datar kurva imbal hasil AS., bersamaan dengan kurva Jerman yang melandai, "laporan tersebut menjelaskan. " Tingkat konvergensi yang dihasilkan membantu mendorong USD lebih rendah dan ada berbagai faktor yang menunjukkan bahwa mata uang AS mungkin tetap akan memberikan dukungan untuk emas."

BAML mengulangi pandangannya bahwa emas merupakan diversifikasi yang efektif, menambahkan bahwa logam kuning dapat "menyimpan portofolio unhedged (tidak terproteksi -pen)" di saat dolar AS bergerak dengan tren turun. "Memang, investor bisa memaksimalkan rasio info portofolio dalam denominasi USD jika mereka mengalokasikan di bawah 5% dari aset mereka ke emas sejak 2015."

Permintaan fisik untuk emas tetap agak mengecewakan, kata laporan tersebut, mengutip permintaan lemah perhiasan di China dan India. "Ini menunjukkan bahwa, seperti biasa, investor telah menjadi pembeli marjinal, dengan aset yang dikelola yang didukung secara fisik di ETF meningkat akhir-akhir ini," tambah BAML. (sdm)

Sumber: KitcoNews

RELATED NEWS
Saxo Bank: Inilah Peluang Terbaik Emas untuk Tembus $ 1.300 ...
Friday, 24 November 2017 02:42 WIB

Pedagang emas harus bersabar seiring pasar tetap terjebak dalam kisaran perdagangan yang sempit, menurut seorang analis komoditas yang melihat potensi pertumbuhan harga lebih tinggi menjelang akhir ta...

Harga Emas Masih Bisa Mengejutkan Dengan 'Akhir yang Kuat' di 2017...
Friday, 17 November 2017 03:30 WIB

Para bears emas berwaspada, harga bisa mengakhiri tahun dengan "akhir yang kuat" tahun ini, kata seorang analis. "Saya tetap konstruktif di GLD dalam waktu dekat, mengharapkan akhir yang kuat untuk t...

Apa yang Emas Lakukan di saat Trump Bercuit di Twitter?...
Thursday, 9 November 2017 22:04 WIB

Ketika Presiden Donald Trump bercuit di Twitter, pasar mendengarkan. Kami melihat ini di saat dia berkicau di Twitter untuk menyerang Nordstrom yang menghilangkan spot untuk lini busana putrinya. Sah...

Commonwealth Bank: 2018 Mungkin Menjadi Waktu yang Sempurna untuk Membeli Emas...
Friday, 3 November 2017 21:50 WIB

Tahun depan terlihat seperti waktu yang tepat untuk masuk ke pasar emas, kata seorang ahli strategi komoditas, yang memprediksikan harga akan bergerak lebih rendah pada akhir 2018. "Emas masih memili...

Pierre Lasonde: Bull Market Emas 'Sesungguhnya' akan Datang...
Tuesday, 24 October 2017 10:58 WIB

Harga emas hanya akan bergerak ke atas, naik setinggi level $ 1.400 tahun depan, namun Bull Market "sebenarnya" tidak akan berjalan sampai terjadi kenaikan inflasi yang nyata, kata tokoh pertambangan ...

LATEST NEWS
S & P 500, Nasdaq Dibuka di Level Tertinggi Intradaynya Untuk Mengawali Black Friday

Indeks saham AS dibuka sedikit lebih tinggi, diperdagangkan di atau dekat wilayah rekornya, dalam sesi yang akan dipersingkat, karena investor fokus pada retailers di Black Friday. Dow Jones Industrial Average naik 37 poin atau 0,2% menjadi...

Emas Turun, Menuju Penurunan Mingguan, Bahkan Disaat Dolar Melemah

Emas melemah pada hari Jumat karena investor mengantongi beberapa keuntungan pre-Thanksgiving yang kuat dari logam kuning. Emas melepaskan diri dari hubungan terbaliknya dengan dolar, yang tetap rendah setelah sinyal The Fed untuk pendekatan...

Minyak Menguat Seiring Kesepakatan Pemangkasan Produksi OPEC & Rusia

Minyak naik ke level tertingginya yang baru dalam dua tahun karena OPEC dan Rusia dikatakan telah menciptakan garis besar kesepakatan untuk memperpanjang pemotongan produksi minyak mereka sampai akhir tahun depan. Minyak berjangka naik sebanyak...

POPULAR NEWS
Emas berakhir naik, kemudian pertahankan gain pasca rilis laporan pertemuan Fed
Thursday, 23 November 2017 02:26 WIB

Emas menetap dengan penguatan tajam pada hari Rabu, mendapatkan dorongan dari pelemahan dolar AS, dengan ICE U.S. Dollar Index diperdagangkan berada...

Emas pulihkan beberapa penurunan dari hari sebelumnya
Wednesday, 22 November 2017 02:16 WIB

Harga emas naik pada hari Selasa untuk berakhir lebih dari sepertiga lebih tinggi dari apa yang mereka hilangkan sehari sebelumnya. Emas Desember...

Pasar Pertimbangkan Prospek Suku Bunga, Emas Hentikan Gain 2-Harinya
Thursday, 23 November 2017 17:09 WIB

Emas menghentikan gain 2-harinya karena para pedagang mengkaji risalah rapat Federal Reserve terakhir dan karena pasar AS tutup untuk liburan...

Trump, Putin Sepakat Dukung PBB dalam Proses Perdamaian Suriah
Wednesday, 22 November 2017 13:53 WIB

Presiden Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin, Selasa (21/11) sepakat mendukung upaya PBB untuk menyelesaikan secara damai perang saudara...