Saturday, 23 June 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--

BAML Pertahankan Target $ 1.400-nya meski Emas Melemah pada Profit Taking
Tuesday, 12 September 2017 05:21 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Satu bank mempertahankan prospek emasnya di level $ 1.400 per ounce pada Senin, bahkan di saat harga melemah imbas profit taking, berpendapat bahwa logam mulia tersebut belum berada dalam wilayah overbought.

"Semua komoditas tambang telah rally hingga kuartal ketiga dan tidak terkecuali emas," kata Bank of America Merrill Lynch (BAML) dalam sebuah laporan penelitian. "Kami yakin logam kuning ini berada di jalur untuk mencapai target $ 1.400 / oz kami dalam beberapa bulan mendatang."

Harga emas menyentuh level tertinggi 12 bulan pada hari Jumat, namun sejak itu turun, dengan emas bulan Desember Comex terakhir terlihat di level $ 1,338.90, turun 0,91% pada hari ini.

BAML berkomentar bahwa potensi pelemahan lebih lanjut pada dolar AS mungkin akan menguatkan tren kenaikan baru-baru ini untuk emas.

"Posisi berjangka non-komersial telah terdorong lebih tinggi dan z-score menunjukkan bahwa emas tidak overbought. Mengingat model harga kami, yang memperkirakan nilai wajar quotations emas pada tingkat bunga AS, USD [dolar AS], volatilitas dan harga minyak, kami mencatat bahwa dukungan untuk logam kuning telah meningkat, "kata laporan tersebut.

Secara khusus, pergerakan dolar AS cenderung mendukung emas, menurut BAML. Logam cenderung bergerak terbalik dengan mata uang AS.

"Suku bunga riil AS telah turun akhir-akhir ini, yang mana dengan sendirinya menjadi bullish untuk emas. Selain itu, hal ini disertai dengan pergerakan datar kurva imbal hasil AS., bersamaan dengan kurva Jerman yang melandai, "laporan tersebut menjelaskan. " Tingkat konvergensi yang dihasilkan membantu mendorong USD lebih rendah dan ada berbagai faktor yang menunjukkan bahwa mata uang AS mungkin tetap akan memberikan dukungan untuk emas."

BAML mengulangi pandangannya bahwa emas merupakan diversifikasi yang efektif, menambahkan bahwa logam kuning dapat "menyimpan portofolio unhedged (tidak terproteksi -pen)" di saat dolar AS bergerak dengan tren turun. "Memang, investor bisa memaksimalkan rasio info portofolio dalam denominasi USD jika mereka mengalokasikan di bawah 5% dari aset mereka ke emas sejak 2015."

Permintaan fisik untuk emas tetap agak mengecewakan, kata laporan tersebut, mengutip permintaan lemah perhiasan di China dan India. "Ini menunjukkan bahwa, seperti biasa, investor telah menjadi pembeli marjinal, dengan aset yang dikelola yang didukung secara fisik di ETF meningkat akhir-akhir ini," tambah BAML. (sdm)

Sumber: KitcoNews

RELATED NEWS
Wall St. dan Main St. Lihat Harga Emas Lebih Tinggi...
Monday, 18 June 2018 17:03 WIB

Wall Street dan Main Street keduanya melihat harga emas untuk naik minggu ini, berdasarkan survei mingguan Kitco News. Logam ini berada dalam rentang perdagangan terbatas untuk sebagian besar pekan l...

Wall St. dan Main St. Lihat Harga Emas Naik Selama Pekan FOMC ...
Monday, 11 June 2018 11:11 WIB

Wall Street dan Main Street sama-sama melihat harga emas untuk naik minggu ini meskipun Komite Pasar Terbuka Federal secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga AS lagi, berdasarkan survei ming...

INTL FCStone: Emas Akan Bergerak Lebih Baik Di Bulan Juni seiring Reli Dolar AS Tertahan ...
Tuesday, 5 June 2018 05:12 WIB

Emas akan memiliki bulan yang lebih baik pada bulan Juni menyusul penurunan ke bawah level psikologis kunci $ 1.300 per ounce pada bulan Mei, kata IntL FCStone, menambahkan bahwa rally dolar AS akan k...

Kenaikan Harga Diharapkan untuk Berlanjut...
Tuesday, 29 May 2018 05:14 WIB

Wall Street dan Main Street keduanya melihat emas untuk melanjutkan pemulihan harga minggu ini, berdasarkan survei emas mingguan Kitco News. Emas naik kembali level $ 1.300-an-ons selama bagian akhir...

Ketiga Penggerak Ini Akan Dukung Emas Dalam Jangka Pendek - ING...
Tuesday, 22 May 2018 05:01 WIB

Bahkan meski emas terus diperdagangkan di bawah level $ 1.300, "kasus mendasar untuk memegang" logam kuning tetap utuh, kata bank Belanda ING, mencatatkan tiga penggerak utama yang akan memberikan duk...

LATEST NEWS
Isu perang dagang buat saham HK bukukan penurunan mingguan terbesar dalam 3 bulan (Review)

Indeks saham acuan Hong Kong berakhir sedikit lebih tinggi pada hari Jumat, tetapi mencatat penurunan mingguan terbesar dalam tiga bulan di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Beijing dan Washington. Indeks Hang Seng naik 0,2 persen...

Dow Hentikan Penurunan Beruntun 8 Sesinya, Tapi Menutup Pekan ini Dengan Penurunan

Indeks Dow Jones Industrial Average pada hari Jumat ditutup lebih tinggi, mengakhiri penurunan delapan sesi yang mendorong pasar ke penurunan mingguan, di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global. Dow ditutup naik sekitar 120 poin, atau...

Minggu Akhiri Pekan ini Dengan Reli Pasca Kesepakatan Produksi OPEC

Harga minyak reli Jumat ini, dengan harga AS melonjak hampir 6% untuk minggu ini, karena anggota OPEC setuju untuk meningkatkan produksi, tetapi dengan jumlah yang tampaknya kurang dari yang diantisipasi pedagang. Minyak mentah West Texas...

POPULAR NEWS
Emas catat level terendah baru pada 2018, logam lanjutkan pelemahan
Thursday, 21 June 2018 01:06 WIB

Emas berjangka menetap lebih rendah pada hari Rabu dan menandai titik nadir baru untuk 2018 karena penguatan dolar mengikis selera untuk logam...

Emas merosot ke level terendah baru di 2018 terkait penguatan dolar
Friday, 22 June 2018 01:37 WIB

Harga emas menandai penurunan sesi ketiga secaraberuntun pada Kamis ini untuk mencatat level terendahnya pada 2018 seiring penguatan indeks...

Emas Bertahan di Dekat Level 6-Bulan Terendah
Wednesday, 20 June 2018 21:19 WIB

Harga emas terus diperdagangkan lebih rendah pada hari setelah konsumen AS membeli lebih sedikit rumah yang sudah ada pada bulan Mei, menurut...

Emas Dekati Level Terendah dalam Setahun; Platinum Perpanjang Penurunan
Wednesday, 20 June 2018 17:09 WIB

Emas diperdagangkan mendekati level terendah sejak Desember seiring dolar mempertahankan gain dan pedagang menimbang ketegangan perdagangan antara...