Thursday, 21 September 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--

Emas reli pada ketegangan geopilitik; akankah itu berlangsung lama?
Tuesday, 5 September 2017 05:08 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Emas bertahan pada peran tradisionalnya sebagai aset safe haven seiring harga logam kuning ini melonjak satu persen ke level tertingginya dalam hampir setahun pada hari Senin setelah uji coba nuklir terakhir dan terkuat Korea Utara memacu selera investor untuk aset non-risiko. .

Spot emas naik 0,9 persen ke level $ 1,336 per ounce pada pukul 09:15 GMT, setelah sebelumnya menyentuh level terkuat sejak akhir September 2016 di level $ 1,339.47.

Analis pasar emas Dubai memperkirakan bahwa reli tersebut akan berumur pendek, namun akan berlanjut beberapa hari lagi di tengah kekhawatiran bahwa Korea Utara mungkin meluncurkan lebih banyak rudal lagi setelah uji coba nuklir keenam dan terbesarnya.

"Kami berharap rally saat ini bersifat sementara, jika tidak berlangsung lama, kenaikan harga akan berdampak kecil pada perdagangan perhiasan. Namun, yang lebih berpengaruh dari tingkat harga, adalah tingkat volatilitas yang biasanya lebih mempengaruhi pasar," kata Chetan Karani, sekretaris jenderal dari badan perdagangan berpengaruh, Gold and Jewellery Group.

"Bahkan pada level yang lebih tinggi, jika harga emas tetap stabil, konsumen akan percaya pada logam kuning ini. Fluktuasi liar sering membuat pembeli menjauh," kata Karani.

Tarun Satsangi, pimpinan Riset Komoditi dan Komoditas Forex di Globe, berpendapat: "Jika terjadi peningkatan tensi besar geopolitik, terutama di Semenanjung Korea, daya tarik emas tentu akan tumbuh lebih kuat.

"Dalam kasus seperti itu, kita tidak bisa mengesampingkan kemungkinan rally lebih lanjut dari sini. Tapi harga akan bertahan di atas angka $ 1.300 per ounce."

Bagian terbaik adalah harga telah keluar dari kisaran level sembilan bulan terakhir di antara $ 1.180 dan $ 1.305, yang mana meningkatkan kemungkinan rally yang dapat membawa harga ke kisaran $ 1,355 - $ 1,375, posisi di mana level tertinggi tahun lalu tercatat selama pilpres di AS pada bulan November, kata Satsangi.

Terlepas dari peluncuran rudal Korea Utara, dolar yang lebih lemah, plafon utang AS, ancaman Presiden Trump untuk membatalkan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara, dan lingkungan dari yield yang rendah semuanya memberikan dorongan pada rally emas yang berkelanjutan, pakar logam mulia mengatakan.

Mereka menunjukkan bahwa emas mendapatkan kembali semua kerugian sejak Donald Trump menjadi presiden. Ketidakpastian yang berlanjut mengenai niat Korea Utara untuk pengujian rudal dan tanggapan terkait dari AS kemungkinan akan membuat emas tetap terangkat dalam waktu dekat.

"Latar belakang ekonomi global yang membaik tidak akan memberikan dorongan besar untuk harga emas sampai ketegangan geopolitik mereda," kata Martin Arnold, direktur, ahli strategi makro di ETF Securities.

Hussein Sayed, kepala strategi pasar FXTM, mencatatkan bahwa emas, treasury, Swiss franc dan yen semuanya cemerlang, karena investor mencoba untuk menilai dampak potensial dari uji coba nuklir Korea Utara. "Reaksi pasar tampaknya serupa dengan peluncuran rudal yang telah terjadi di masa lalu; investor menjual saham, bergegas ke tempat yang aman, menilai situasi, dan kemudian melakukan buy the dip (pembelian ketika harga turun, pen-) di saat ketegangan mereda. Meskipun saham turun di Asia, aksi jual yang terjadi tidak terlalu besar, terutama karena uji coba nuklir dilakukan di akhir pekan lalu dan ada cukup waktu untuk mencerna berita tersebut. "

"Ini menjadi tema yang berulang: Korea Utara meluncurkan atau mengancam untuk meluncurkan rudal, kenaikan emas, saham jatuh, maka hal-hal menjadi tenang dan saham pulih bahkan menambah gain. Tetapi apakah saat ini akan berbeda?," Fawad Razaqzada, pasar analis, Forex.com.

Sejauh menyangkut emas, logam mulia terus menembus level resistance kunci. Setelah berada di kisaran area resistance kunci $ 1.290 - $ 1.300, emas kini telah menyentuh $ 1.337 / 8, level tertinggi November 2016. Di level hampir $ 1.340, logam ini menjejaki level semalam terbaiknya sejak September 2016, sebelum kembali bergerak sedikit ke bawah, kata Razaqzada.

"Seperti sebelumnya, sasaran bullish langsung kami selanjutnya tetap di level $ 1,352, level ekstensi Fibonacci 161,8 persen, dan kemudian di level $ 1,375, level tertinggi 2016. Namun bagaimana cara emas bisa sampai ke level ini kami tidak begitu yakin," kata Razaqzada.

Analis berpendapat bahwa sedikit saja penurunan ke bawah $ 1.300 akan mendorong harga emas tergelincir dalam jangka pendek. Namun penurunan akan menarik minat investasi baru. Rentang $ 1.200- $ 1.150 tampaknya menjadi basis yang kuat untuk saat ini sementara batas atas akan berada di dekat tanda $ 1,375 per ounce.

Analis logam mulia berpendapat bahwa beberapa faktor lain juga akan memiliki dampak positif pada harga emas. Ini termasuk lemahnya treasury AS; berkurangnya prospek kenaikan suku bunga Fed untuk kali ketiga di tahun ini, pelemahan dolar yang terus berlanjut, dimana mata uang ini telah menyentuh ke level terendah 18-bulan; dan kepemimipinan Donald Trump di Gedung Putih.

Namun, mereka memperdebatkan bahwa faktor-faktor yang dapat mengurangi harga logam kuning ini berkorelasi dan, satu peristiwa dapat mendorong harga bersama dengan yang lain atau satu sama lain.

"Apabila tensi Korea Utara mereda, investor pasti akan membuang emas dan berbondong-bondong membeli aset berisiko. Jika inflasi di AS, yang saat ini lemah, mulai membaik sampai ke target yang diharapkan Fed dan pertumbuhan lapangan kerja AS meningkatkan momentum, hal itu akan mendorong yield dan dolar AS naik seiring dengan kemungkinan kenaikan suku bunga lainnya dan itu akan menyebabkan melemahnya harga emas, "kata analis.

Langkah Bank Sentral AS untuk memulai rencana penyusutan neraca secara bertahap juga akan berdampak negatif terhadap harga logam kuning dalam jangka pendek, kata mereka. (sdm)

 

Sumber: khaleejtimes

RELATED NEWS
Analis: Emas Bersiap untuk Efek yang Dihasilkan dari Pertemuan Fed Pekan Ini ...
Monday, 18 September 2017 11:14 WIB

Harga emas mungkin akan mendapatkan beberapa konsolidasi lagi minggu ini seiring daya tarik safen dari logam tersebut terus kehilangan tajinya, analis mengatakan . Namun, pertemuan Federal Reserve pek...

BAML Pertahankan Target $ 1.400-nya meski Emas Melemah pada Profit Taking...
Tuesday, 12 September 2017 05:21 WIB

Satu bank mempertahankan prospek emasnya di level $ 1.400 per ounce pada Senin, bahkan di saat harga melemah imbas profit taking, berpendapat bahwa logam mulia tersebut belum berada dalam wilayah ...

Level puncak 2016 emas sekarang terlihat mudah dijangkau setelah lonjakan besar logam ini...
Tuesday, 29 August 2017 20:27 WIB

Korea Utara lagi-lagi terlihat seperti Public Enemy No. 1, dengan jumlah korban Harvey menambah suram mood di pasar. Peluncuran rudal Korut di wilayah udara Jepang telah membantu menempatkan S &a...

Expert: Pegang Emas, Ada Potensi Besar untuk 'Black Swan' Saat Ini...
Monday, 21 August 2017 17:17 WIB

Emas telah terbukti lagi menjadi safe haven yang solid, khususnya di saat meningkatnya drama politik di AS dan global membuat investor khawatir. Menurut salah satu ahli, permintaan safe haven mungkin...

ABN: Emas menuju level $1.200 dalam beberapa pekan pada pemulihan dolar AS...
Tuesday, 15 August 2017 11:57 WIB

Logam kemungkinan akan jatuh ke batas yang lebih rendah dari kisaran perdagangan $ 1.200 sampai $ 1.300 dalam beberapa minggu mendatang menyusul data AS yang lebih kuat baru-baru ini mendukung dolar A...

LATEST NEWS
Draghi: Kebijakan Moneter Tidak Boleh Digunakan Untuk Meletupkan Local Bubbles

Mario Draghi mengeluarkan sebuah peringatan bahwa Bank Sentral Eropa tidak berniat untuk memperketat kebijakan moneter hanya untuk menjinakkan gelembung lokal. Presiden ECB, yang berbicara dalam perannya sebagai ketua European Systemic Risk Board...

Saham AS sedikit melemah setelah Fed mempertahankan tingkat suku bunga

Indeks pasar saham AS dibuka sedikit lebih rendah pada hari Rabu, melemah dari level tertinggi sepanjang masa yang dicapai baru-baru ini. Indeks S&P 500 dibuka 2 poin, atau 0,1%, lebih rendah di level 2.505. Indeks Nasdaq Composite beringsut 9...

Korea Utara sebut pidato Trump seperti 'gonggongan anjing'

Menteri Luar Negeri Korea Utara menyebut pidato Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sebagai 'gonggongan anjing.' Berbicara di hadapan Sidang Umum PBB pada Rabu (20/09), Trump menyatakan dia akan...

POPULAR NEWS
Harga Emas Tandai Penurunan Kelimanya Dalam Enam Sesi Terakhir
Tuesday, 19 September 2017 01:25 WIB

Harga emas pada hari Senin mengalami penurunan kelimanya dalam enam sesi terakhir dengan rekor tertinggi untuk indeks saham AS yang membantu...

Emas Turun dalam Perdagangan Elektronik Saat Fed Mengumumkan Pengurangan Neraca
Thursday, 21 September 2017 01:27 WIB

Harga emas menetap lebih tinggi pada hari Rabu namun menurun dalam perdagangan elektronik setelah keputusan Federal Reserve AS untuk...

Emas Pertahankan Penurunan jelang Pertemuan Fed
Tuesday, 19 September 2017 08:40 WIB

Emas bertahan di dekat level terendah bulan ini seiring ekuitas AS menyentuh rekor baru lainnya dan investor menghitung mundur pertemuan kebijakan...

The Fed Bertemu Minggu Ini, Emas Bertahan Didekat Level Terendah
Wednesday, 20 September 2017 01:13 WIB

Emas bertahan mendekati level terendah pada bulan September setelah ekuitas AS menunjukkan rekor baru dan investor menunggu keputusan kebijakan...