Tuesday, 21 May 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Amerika Terbitkan Daftar Politisi dan Oligarki Rusia Tapi Tidak Ada Sanksi Baru
Wednesday, 31 January 2018 01:01 WIB | POLITICS |

Departemen Keuangan Amerika telah mengeluarkan daftar politisi dan tokoh bisnis Rusia yang dekat dengan pemerintahan Presiden Vladimir Putin, berikut hubungan mereka dengan para pemimpin puncak serta kekayaan bersih mereka. Daftar itu diamanatkan oleh Kongres.

Daftar lebih dari 200 orang itu tidak disertai sanksi baru, meskipun sejumlah tokoh dalam daftar itu sebelumnya telah dikenai sanksi Amerika.

Agustus lalu, Presiden Amerika Donald Trump menandatangani undang-undang yang disahkan hampir dengan suara bulat oleh Kongres yang bertujuan menghukum Rusia yang dituduh campur tangan dalam pemilihan Amerika tahun 2016. Trump ketika itu mengatakan undang-undang tersebut œsecara tidak benar melampaui wewenang eksekutif, merugikan perusahaan-perusahaan Amerika dan merugikan kepentingan negara-negara sekutu di Eropa.

Undang-undang itu memberi pemerintahan Trump 180 hari untuk menghasilkan daftar tersebut, termasuk Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dan para pejabat tinggi badan mata-mata. Di antara tokoh bisnis adalah pengusaha aluminium Oleg Deripaska, CEO Sberbank German Gref dan CEO Gazprom Alexei Miller.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Trump Tuding Palestina Tidak Hormati AS...
Saturday, 27 January 2018 04:25 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meragukan pembicaraan perdamaian antara Israel dan Palestina akan bisa dimulai kembali. Ia menyampaikan pernyataannya itu dalam pertemuan dengan Perdana Menteri B...

Diplomat AS Mundur Dari Dewan Penasihat Myanmar...
Thursday, 25 January 2018 18:32 WIB

Mantan diplomat Amerika, Bill Richardson, mengundurkan diri, Rabu (24/1), dari sebuah dewan penasihat internasional yang memberi masukan untuk Myanmar mengenai krisis Rohingya, dan menuduh panel itu t...

AS Minta Turki Menahan Diri di Suriah...
Tuesday, 23 January 2018 20:06 WIB

Amerika mengungkapkan keprihatinannya atas serangan Turki di Suriah utara dan pejabat menyerukan agar Turki menahan diri karenakhawatir konflik bisa menyebar. Pada taklimat Gedung Putih, Senin (22/1)...

LATEST NEWS
Hong Kong Stocks Close Down (Review)

Hong Kong stocks suffered another sell-off Monday as concerns about the rumbling China-US trade war overshadowed a broad advance across most of Asia. The Hang Seng Index fell 0.57 percent, or 158.85 points, to 27,787.61. The benchmark Shanghai...

Stocks Close Down for Second Straight Session as Trade Concerns Persist

U.S. stocks closed lower Monday, with technology shares leading major benchmarks to their second straight losing session. The S&P 500 fell roughly 0.7% to end at 2,840, while the Dow Jones Industrial index shed 0.3% to about 25,679. The Nasdaq...

Oil prices up on signs OPEC may extend output cuts

Oil prices moved higher Monday after members of the Organization of the Petroleum Exporting Countries, meeting with some nonmember allies over weekend, signaled that the cartel wants to extend production cuts through the end of 2019. OPEC and...

POPULAR NEWS
Gold Claws Up From Two-Week Lows as Dollar, Stocks Point Lower
Monday, 20 May 2019 18:49 WIB

Gold futures prices inched up from the two-week lows hit to wrap up last week, with both the dollar and stocks pointing lower Monday. A narrow...

Gold posts a modest rise after ending last week at a 2-week low
Tuesday, 21 May 2019 01:18 WIB

Gold prices finished Monday with a modest gain after settling at a two-week low in the previous session, with the dollar showing some weakness and...

Gold Holds Weekly Drop as Dollar Steadies Amid Trade
Monday, 20 May 2019 15:50 WIB

Gold held a weekly loss as the dollar steadied and markets remained fragile after the escalation in the U.S.-China trade war. Spot...

Gold Holds Weekly Drop as Dollar Steadies Amid Trade
Monday, 20 May 2019 12:58 WIB

Gold held a weekly loss as the dollar steadied and markets remained fragile after the escalation in the U.S.-China trade war. The U.S. will...