Monday, 30 March 2020
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
AS Minta Turki Menahan Diri di Suriah
Tuesday, 23 January 2018 20:06 WIB | POLITICS |

Amerika mengungkapkan keprihatinannya atas serangan Turki di Suriah utara dan pejabat menyerukan agar Turki menahan diri karenakhawatir konflik bisa menyebar.

Pada taklimat Gedung Putih, Senin (22/1), juru bicara Sarah Huckabee Sanders, mengatakan AS memahami keprihatinan Turki dengan keamanan dan "bertekad untuk bekerja sama dengan Turki sebagai sekutu NATO."

"Peningkatan kekerasan di Afrin mengganggu wilayah Suriah yang relatif stabil, kata Sanders. œKejadian ini mengalihkan perhatian dari upaya internasional untuk menjamin kekalahan ISIS, kejadian ini dapat dimanfaatkan oleh ISIS dan al-Qaida untuk mencari tempat berlindung dan menyusun kekuatan kembali, dan ini berisiko memperburuk krisis kemanusiaan," kata dia menambahkan.

Sanders juga mendesak Turki untuk "menahan diri dalam tindakan militer dan retorikanya, memastikan bahwa operasinya terbatas baik dari lingkup maupun waktu, memastikan bantuan kemanusiaan berlanjut, dan menghindari korban sipil. Kami ingin memastikan bahwa rezim brutal Assad tidak dapat kembali ke Afrin, dan kami akan terus mengusahakan lewat saluran diplomasi pengakhiran perang saudara Suriah."

Washington ingin mempertahankan hubungan dengan Turki, namun AS juga menjalin hubungan dengan pasukan Kurdi dan pasukan lainnya yang dimusuhi oleh Turki.

Dalam sebuah konferensi pers di London, Senin, Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson mengatakan "AS berada di Suriah untuk mengalahkan ISIS, dan kami telah melakukannya dengan koalisi mitra, dan khususnya Pasukan Demokratik Suriah, yang tidak hanya terdiri dari Kurdi dan Arab, tetapi juga unsur pasukan Kristen. Ini benar-benar kelompok pejuang multi etnis yang membela wilayah asalnya. Jadi, kami prihatin dengan insiden Turki di Suriah utara. "

Kemudian, Tillerson mencoba menenangkan keprihatinan sehubungan meningkatnya ketegangan antara Turki dan Amerika. œSaya berpendapat bahwa kami sama sekali tidak bertentangan satu sama lain" Dia mengatakan Turki khawatir tentang, "Teroris yang melintasi perbatasan ke Turki dan melakukan serangan dan kami menghargai hak mereka untuk membela diri, tetapi ini merupakan situasi sulit dimana banyak warga sipil bercampur. Jadi, kami meminta mereka agar membatasi operasi dan menahan diri.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Amerika Terbitkan Daftar Politisi dan Oligarki Rusia Tapi Tidak Ada Sanksi Baru...
Wednesday, 31 January 2018 01:01 WIB

Departemen Keuangan Amerika telah mengeluarkan daftar politisi dan tokoh bisnis Rusia yang dekat dengan pemerintahan Presiden Vladimir Putin, berikut hubungan mereka dengan para pemimpin puncak serta ...

Trump Tuding Palestina Tidak Hormati AS...
Saturday, 27 January 2018 04:25 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meragukan pembicaraan perdamaian antara Israel dan Palestina akan bisa dimulai kembali. Ia menyampaikan pernyataannya itu dalam pertemuan dengan Perdana Menteri B...

Diplomat AS Mundur Dari Dewan Penasihat Myanmar...
Thursday, 25 January 2018 18:32 WIB

Mantan diplomat Amerika, Bill Richardson, mengundurkan diri, Rabu (24/1), dari sebuah dewan penasihat internasional yang memberi masukan untuk Myanmar mengenai krisis Rohingya, dan menuduh panel itu t...

LATEST NEWS
Gold Gains as Virus-Led Growth Fears Spur Safety Buying

Gold prices edged higher on Monday as investors sought safe havens, with fears about the economic damage from the coronavirus intensifying after governments extended lockdowns to curtail its spread. Spot gold was up 0.3% at $1,621.60 per ounce by...

Britain on Emergency Footing for First Time Since WWII

Britain is on an emergency footing for the first time since World War II. The move means the British government is setting up what it calls strategic coordination centers across the U.K. to distribute supplies to citizens to help combat the...

Futures Return to Negative Territory as Investors Brace For Another Volatile Week

U.S. stock futures shed gains to fall back into negative territory early Monday morning in volatile trading after last week™s sharp gains, even as the number of coronavirus cases in the U.S. continues to rise at an alarming rate. At around 3:19...

POPULAR NEWS
Gold scores biggest weekly gain since 2008
Saturday, 28 March 2020 01:29 WIB

Gold futures settled with a loss on Friday but still scored the biggest weekly rise in more than 11 years in a rebound fueled in part by a weaker...

Gold Pulls Back but Set for Biggest Weekly Gain Since 2008
Friday, 27 March 2020 20:18 WIB

Gold futures pulled back Friday, but remained on track for the biggest weekly rise in more than 11 years in a rebound fueled in part by a weaker...

Oil prices down a 5th week in a row as global demand drops
Saturday, 28 March 2020 01:59 WIB

Oil futures fell Friday, with the slowdown in energy demand sending prices down for a fifth straight week. U.S. benchmark prices, however, found...

Hong Kong Stocks Finish With Gains (review)
Saturday, 28 March 2020 03:16 WIB

Hong Kong stocks rose Friday, closing a healthy week on a positive note as investors welcomed a blockbuster US stimulus plan and pledges by the...