Thursday, 09 July 2020
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
AS Minta Turki Menahan Diri di Suriah
Tuesday, 23 January 2018 20:06 WIB | POLITICS |

Amerika mengungkapkan keprihatinannya atas serangan Turki di Suriah utara dan pejabat menyerukan agar Turki menahan diri karenakhawatir konflik bisa menyebar.

Pada taklimat Gedung Putih, Senin (22/1), juru bicara Sarah Huckabee Sanders, mengatakan AS memahami keprihatinan Turki dengan keamanan dan "bertekad untuk bekerja sama dengan Turki sebagai sekutu NATO."

"Peningkatan kekerasan di Afrin mengganggu wilayah Suriah yang relatif stabil, kata Sanders. œKejadian ini mengalihkan perhatian dari upaya internasional untuk menjamin kekalahan ISIS, kejadian ini dapat dimanfaatkan oleh ISIS dan al-Qaida untuk mencari tempat berlindung dan menyusun kekuatan kembali, dan ini berisiko memperburuk krisis kemanusiaan," kata dia menambahkan.

Sanders juga mendesak Turki untuk "menahan diri dalam tindakan militer dan retorikanya, memastikan bahwa operasinya terbatas baik dari lingkup maupun waktu, memastikan bantuan kemanusiaan berlanjut, dan menghindari korban sipil. Kami ingin memastikan bahwa rezim brutal Assad tidak dapat kembali ke Afrin, dan kami akan terus mengusahakan lewat saluran diplomasi pengakhiran perang saudara Suriah."

Washington ingin mempertahankan hubungan dengan Turki, namun AS juga menjalin hubungan dengan pasukan Kurdi dan pasukan lainnya yang dimusuhi oleh Turki.

Dalam sebuah konferensi pers di London, Senin, Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson mengatakan "AS berada di Suriah untuk mengalahkan ISIS, dan kami telah melakukannya dengan koalisi mitra, dan khususnya Pasukan Demokratik Suriah, yang tidak hanya terdiri dari Kurdi dan Arab, tetapi juga unsur pasukan Kristen. Ini benar-benar kelompok pejuang multi etnis yang membela wilayah asalnya. Jadi, kami prihatin dengan insiden Turki di Suriah utara. "

Kemudian, Tillerson mencoba menenangkan keprihatinan sehubungan meningkatnya ketegangan antara Turki dan Amerika. œSaya berpendapat bahwa kami sama sekali tidak bertentangan satu sama lain" Dia mengatakan Turki khawatir tentang, "Teroris yang melintasi perbatasan ke Turki dan melakukan serangan dan kami menghargai hak mereka untuk membela diri, tetapi ini merupakan situasi sulit dimana banyak warga sipil bercampur. Jadi, kami meminta mereka agar membatasi operasi dan menahan diri.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Amerika Terbitkan Daftar Politisi dan Oligarki Rusia Tapi Tidak Ada Sanksi Baru...
Wednesday, 31 January 2018 01:01 WIB

Departemen Keuangan Amerika telah mengeluarkan daftar politisi dan tokoh bisnis Rusia yang dekat dengan pemerintahan Presiden Vladimir Putin, berikut hubungan mereka dengan para pemimpin puncak serta ...

Trump Tuding Palestina Tidak Hormati AS...
Saturday, 27 January 2018 04:25 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meragukan pembicaraan perdamaian antara Israel dan Palestina akan bisa dimulai kembali. Ia menyampaikan pernyataannya itu dalam pertemuan dengan Perdana Menteri B...

Diplomat AS Mundur Dari Dewan Penasihat Myanmar...
Thursday, 25 January 2018 18:32 WIB

Mantan diplomat Amerika, Bill Richardson, mengundurkan diri, Rabu (24/1), dari sebuah dewan penasihat internasional yang memberi masukan untuk Myanmar mengenai krisis Rohingya, dan menuduh panel itu t...

LATEST NEWS
Get ready, Gold opportunities will exceed $ 1,900 / troy ounce

In the last three days the price of gold has been relied upon to break $ 1,800 / troy on. The release of the latest US economic data and with positive news regarding the development of a vaccine for COVID-19 apparently was not strong enough to...

Hong Kong Stocks Close On Strong Note

Hong Kong stocks finished with more gains on Thursday, in line with advances across Asia following another record-breaking lead from Wall Street. The Hang Seng Index rose 0.31 percent, or 80.98 points, to 26,210.16. The benchmark Shanghai...

Dollar Gives Ground to Higher-Risk Currencies as Chinese Shares Soar

The U.S. dollar fell against most currencies on Thursday as a rally in riskier assets such as global equities and commodities put a dent in safe-haven demand for the U.S. currency. China's yuan rose to a four-month high against the dollar,...

POPULAR NEWS
Gold futures log highest finish since September 2011
Wednesday, 8 July 2020 01:13 WIB

Gold futures marked their highest finish in nearly nine years, after climbing to nearly $1,810 an ounce during Tuesday's session. Prices had seen a...

Gold futures finish higher, near 1-week high
Tuesday, 7 July 2020 01:35 WIB

Gold futures moved higher on Monday, building on last week's climb to mark their highest finish in almost a week. The ICE U.S. Dollar Index was...

Gold Rises Back Near $1,800 as U.S. Dollar Softens to Start July's First Full Week
Monday, 6 July 2020 20:16 WIB

Gold futures headed higher early Monday, supported in part by a weakening U.S. dollar, which was providing a runway for the commodity even as global...

Gold futures up a fourth straight session to mark another finish at the highest since 2011
Thursday, 9 July 2020 01:11 WIB

Gold futures climbed for a fourth straight session on Wednesday to mark another finish at their highest since September 2011. The move for gold...