Tuesday, 17 September 2019
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Ekspansi Industri Jasa AS Melesu Dari Dekat Kecepatan Rekor
Monday, 5 November 2018 22:23 WIB | UNITED STATES |

Indeks industri jasa AS turun kurang dari perkiraan pada Oktober dari dekat tingkat rekor, menunjukkan momentum ekonomi tertahan kuartal ini, survei Institute for Supply Management menunjukkan Senin.

Indeks non-manufaktur turun menjadi 60,3 (estimasi 59) dari 61,6; bacaan di atas 50 menunjukkan ekspansi.

Indeks aktivitas bisnis merosot ke 62,5 dari posisi tertinggi 14 tahun di 65,2 pada bulan sebelumnya.

Indeks ketenagakerjaan turun menjadi 59,7 dari rekor 62,4.

Indeks - yang mencakup sektor-sektor yang mewakili sekitar 90 persen dari ekonomi - menunjukkan pertumbuhan berada di jalur untuk tetap solid di kuartal keempat setelah memposting periode back-to-back terbaik sejak 2014, dan juga membantu menjelaskan laporan ketenagakerjaan yang kuat Jumat. Indeks aktivitas bisnis, salah satu dari empat komponen pengukur utama, tergelincir meski tetap berada di dekat pembacaan sebelumnya yang merupakan data tertinggi kedua dalam dua dekade data.

Meskipu perusahaan telah mengindikasikan kekhawatiran tentang perang perdagangan yang sedang berlangsung dan mengutip harga yang lebih tinggi untuk pasokan di tengah tarif, indeks harga-bayar turun ke level terendah empat bulan. Indeks pesanan baru sedikit berubah dari bulan sebelumnya, sementara ekspor bertahan di tingkat terbaik sejak April. Indeks backlog pesanan turun.

Masih, perang dagang mungkin akan merugikan beberapa perusahaan, dengan indeks impor jatuh ke level terendah sejak Februari. Indeks pengiriman pemasok meningkat, menandakan bahwa industri terus menghadapi kemacetan pasokan ketika mencoba untuk memenuhi permintaan yang kuat.

Indeks jasa ISM agak kontras dengan pembacaan terbaru pada pengukur pabriknya, yang turun lebih dari perkiraan pada bulan Oktober ke level terendah enam bulan. Laporan itu menunjukkan penurunan indeks pesanan, pekerjaan dan ekspor.

Indeks harga turun menjadi 61,7 dari 64,2, tetap di atas 50 sejak awal 2016.

Indeks sentimen persediaan naik menjadi 62 dari 59,5; menunjukkan responden percaya bahwa inventaris mereka terlalu tinggi. (sdm)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
U.S. Trade Deficit Narrows as Exports, Imports Both Plummet...
Thursday, 6 June 2019 19:54 WIB

The U.S. trade deficit narrowed in April as both exports and imports tumbled, highlighting the impact of President Donald Trump™s tariffs even before negotiations with China unraveled and he th...

U.S. Service-Industry Gauge Tops Forecasts on Employment Boost...
Wednesday, 5 June 2019 21:22 WIB

U.S. service industries expanded at the best pace since February amid a rebound in employment, a signal of labor- market strength before the government™s jobs report due Friday. The non-manufacturi...

Pasar Saham Asia ditutup untuk liburan...
Monday, 31 December 2018 09:15 WIB

Pasar finansial di Indonesia, Jepang, Filipina dan Korea Selatan ditutup pada Senin ini dikarenakan untuk hari libur Nasional. AFP...

Penjualan ritel AS melonjak pada Oktober setelah turun beruntun pertama dalam 5 tahun...
Thursday, 15 November 2018 20:42 WIB

Penjualan di pengecer AS melonjak pada Oktober setelah penurunan back-to-back pertama dalam lebih dari lima tahun, meskipun sebagian besar uang itu dihabiskan untuk gas, mobil dan truk baru. Penjuala...

Inflasi konsumen AS catatkan lonjakan terbesar dalam sembilan bulan ...
Wednesday, 14 November 2018 20:49 WIB

Amerika membayar lebih pada bulan Oktober untuk gas, sewa dan kendaraan bekas, memicu kenaikan terbesar dalam inflasi konsumen dalam sembilan bulan. Indeks harga konsumen naik 0,3% pada Oktober untuk...

LATEST NEWS
Oil slips as market assesses fallout from Saudi attack

Oil prices declined on Tuesday but the market was on tenterhooks over the threat of retaliation for attacks on Saudi Arabian crude oil facilities that halved the kingdom™s output and prompted a price spike not seen in decades. Saturday™s...

U.S. stocks set to drift lower as oil's surge takes a pause

U.S. stock indexes were on track to drift lower Tuesday morning, a day after an attack on major oil-processing facilities in Saudi Arabia sparked sparked fears over oil supplies, driving domestic crude futures to the sharpest single-session rally...

Gold Holds Gains Near $1,500 Ahead of Fed Meeting

Spot gold clung to Monday's gains, holding close to $1,500 an ounce as investors await critical policy decisions from central banks including the Federal Reserve. Gold rallied at the start of the week as the strike on Saudi Arabia's crude...

POPULAR NEWS
Gold Settles at a More Than a 1-Week High as Historic Oil Outage Rattles investor Nerves
Tuesday, 17 September 2019 01:34 WIB

Gold futures finished solidly higher on Monday, at their highest price in just over a week, after an attack on Saudi Arabian oil production sent oil...

Gold Prices Jump Amid Middle East Tensions; Investors Eye Central Banks Meetings
Monday, 16 September 2019 13:17 WIB

Gold Prices jumped on Monday in Asia after a strike against two Saudi Arabian oil facilities heightened tensions in the Middle East and boosted...

Gold scores a pop from historic oil outage
Monday, 16 September 2019 20:44 WIB

Gold futures headed solidly higher on Monday after an attack on Saudi Arabian oil production sent oil prices skyrocketing and investors turning to...

Gold Rallies on Concern Saudi Attack May Presage Wider Conflict
Monday, 16 September 2019 16:13 WIB

Gold and other precious metals rallied after a strike against Saudi Arabian oil facilities raised the possibility of retaliatory U.S. military...