Monday, 27 January 2020
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Pengeluaran Rumah Tangga Jepang Turun seiring Kenaikan Upah Tetap Lemah
Friday, 7 December 2018 08:32 WIB | ASIA |

Rumah tangga Jepang secara tak terduga memangkas pengeluaran pada bulan Oktober seiring kenaikan moderat upah, menunjukkan kelanjutan pelemahan dalam konsumsi yang dapat membebani setiap rebound dari kontraksi ekonomi pada kuartal ketiga.

Pengeluaran rumah tangga turun 0,3 persen dari tahun sebelumnya, penurunan ketujuh tahun ini, kementerian urusan internal mengatakan. Perkiraan median adalah untuk kenaikan 1 persen. Penghasilan tunai tenaga kerja naik 1,5 persen dari tahun sebelumnya, versus perkiraan 1 persen, kementerian tenaga kerja melaporkan, tetapi inflasi memakan kenaikan tersebut dan sedikit lebih tinggi.

Belanja konsumen telah menjadi mata rantai yang hilang seiring Bank of Japan telah mencoba untuk memicu inflasi dan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir. Ekspektasi bahwa pasar tenaga kerja yang secara historis ketat akan menyebabkan kenaikan pembayaran dan pengeluaran yang lebih besar sebagian besar tetap belum terpenuhi.

Pelemahan dalam belanja konsumen menjadi risiko yang lebih besar bagi BOJ karena prospek ekspor, pendorong pertumbuhan utama, berubah suram seiring perang perdagangan AS-Cina dan perlambatan pertumbuhan di China dan ekonomi lainnya.

"Rumah tangga tidak benar-benar berminat untuk berbelanja karena pertumbuhan upah yang lambat dan kenaikan pajak yang dijadwalkan untuk tahun depan," Shinichiro Kobayashi, seorang ekonom di Mitsubishi UFJ Research & Consulting, mengatakan sebelum rilis data.

Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda pada hari Kamis mencatat bahwa pertumbuhan upah tetap lamban mengingat pasar tenaga kerja, tetapi terjebak dengan posisi bank sentral bahwa momentum menuju 2 persen inflasi dipertahankan. BOJ mengadakan pertemuan kebijakan pada 19-20 Desember mendatang.

Upah riil, yang disesuaikan dengan inflasi, turun 0,1 persen. Perkiraan median adalah untuk penurunan 0,3 persen.

Gaji pokok naik 1,3 persen. (Sdm)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
China's Factory Outlook Improves More than Expected in September...
Monday, 30 September 2019 09:02 WIB

A report on the health of China™s manufacturing sector improved in September, although it was still below the line indicating contraction. The manufacturing purchasing managers™ index r...

Kenaikan Upah Jepang Berakselerasi pada November Meski Prospek yang Suram ...
Wednesday, 9 January 2019 07:18 WIB

Upah Jepang naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan November, menawarkan harapan pengeluaran konsumen yang lebih kuat dapat memicu inflasi jika kenaikan berkelanjutan. Secara keseluruhan, pendap...

Ekonomi Australia Berekspansi Kurang Dari Yang Diperkirakan; Mata Uang Turun...
Wednesday, 5 December 2018 08:08 WIB

Ekonomi Australia berekspansi kurang dari yang diperkirakan dalam tiga bulan hingga September di tengah konsumsi yang lamban dan seiring konstruksi komersial menurun. Mata uang merosot hampir setengah...

Caixin PMI: Aktivitas pabrik Cina meningkat pada bulan Oktober...
Thursday, 1 November 2018 11:33 WIB

Aktivitas di pabrik-pabrik China kembali ke wilayah ekspansi pada bulan Oktober setelah stagnan pada bulan September, indeks swasta menunjukkan, berbeda dengan data resmi yang menunjukkan ekspansi yan...

PMI Manufaktur Cina Melambat di bulan Oktober terkait Perang Dagang ...
Wednesday, 31 October 2018 08:17 WIB

Indeks aktivitas resmi di sektor manufaktur China memburuk pada bulan Oktober seiring dampak dari perang dagang yang sedang berlangsung dengan AS memukul domestik. Indeks manajer pembelian manufaktur...

LATEST NEWS
Nikkei drops, tourism shares hit by China virus concerns

Japanese shares tumbled on Monday, with tourism-related stocks taking a fresh hit, on fears that a virus outbreak originating from China could be more deadly and harder to contain than initially thought. As of 01:55 GMT, the Nikkei share average...

Oil Tumbles on Virus Fear While Saudis See 'Very Limited' Impact

Oil tumbled as the market opened in Asia on fears China's deadly coronavirus will crimp energy demand, prompting Saudi Arabia to say it was closely monitoring the situation. Futures in London and New York plunged more than 3% in early trading...

Gold Jumps as Investors Seek a Haven Amid Growing Virus Fears

Spot gold jumped as much as 1.1% to $1,588.68/oz as investors sought a haven amid growing fears over the spread of the coronavirus around the world. Trades 0.7% higher at $1,582.96 at 7:54am in Singapore; rose 0.9% last week. Stock futures and...

POPULAR NEWS
Gold prices notch gains for the day and week as coronavirus fears intensify
Saturday, 25 January 2020 02:08 WIB

Gold prices finish higher on Friday, ending at the highest settlement in about three weeks as a viral outbreak originating out of China continued to...

Gold Jumps as Investors Seek a Haven Amid Growing Virus Fears
Monday, 27 January 2020 07:53 WIB

Spot gold jumped as much as 1.1% to $1,588.68/oz as investors sought a haven amid growing fears over the spread of the coronavirus around the...

Gold Edges Lower as Traders Assess China Virus Outbreak
Friday, 24 January 2020 21:30 WIB

Gold edged lower Friday as traders assessed the severity of a viral outbreak originating out of China a day after the World Health Organization said...

Stocks end lower on worries over coronavirus outbreak
Saturday, 25 January 2020 04:19 WIB

Stocks ended lower Friday, giving up early gains after authorities confirmed a second U.S. coronavirus case. The Dow Jones Industrial Average fell...